SUARA CIANJUR - Bojan Hodak sosok pelatih Persib Bandung yang ditunjuk manajemen, selalu memberikan dampak positif saat melatih sebelumnya cek faktanya dibawah ini.
Diketahui sebelumnya melalui instagram @persib Rabu (26/7/2023), mengumumkan pelatih berkebangsaan Kroasia Bojan Hodak secara resmi menjadi juru taktik terbaru selepas ditinggal Luis Milla.
“Wilujeng sumping Bojan Hodak, Pelatih berkebangsaan Kroasia ini akan memimpin Persib dalam melanjutkan kompetisi Liga 1 musim ini,” dikutip dari instagram @Persib, Rabu (27/7/2023).
Diketahui pengalaman Bojan positif di klub Liga Malaysia, Kuala Lumpur, harapan manajemen pun bisa memberikan dampak yang positif bagi Maung Bandung.
Berikut ini fakta menarik tentang Bojan Hodak saat dirinya berkiprah melatih di Asia Tenggara.
Hodak memiliki pengalaman yang panjang saat melatih di Asia Tenggara, pernah menahkodai beberapa klub Malaysia seperti Kuala Lumpur FC, Johor Darul Ta'zim, dan Kelantan FA.
Selain itu juga Bojan Hodak pernah sukses bersama Phnom Penh Crown dan menjadi juara pada tahun 2011.
Bojan Hodak pun telah meraih banyak trofi dan penghargaan dari yang pernah ditanganinya selama masa karirnya pada kepelatihan.
Salah satunya pernah membawa juara bersama klub Kuala Lumpur FC, Johor Darul Ta'zim, dan Kelantan FA.
Baca Juga: Alshad Ahmad Ceritakan Kronologis Anak Harimaunya Mati
Kemudian juga pada tim nasional U-19 Malaysia, Hodak pernah mencatatkan prestasinya pada masa kepelatihannya menjuarai U-18 AFF pada tahun 2018.
Bojan Hodak sukses membawa Kuala Lumpur FC menuju final Piala Malaysia pada musim 2022/23 walaupun di final kalah dari Johor Darul Ta'zim.
Selain itu juga fakta menarik lainnya Bojan Hodak pernah melatih PSM Makassar pada tahun 2020, menjalani kompetisi Liga 1 dan juga bermain di AFC Cup.
Menariknya ditangan pelatih kelahiran Zagreb, 4 Mei 1971 itu, PSM Makassar mampu meraih empat kemenangan kemudian tiga hasil imbang dan hanya mengalami satu kekalahan.
Kiprah hodak bersama PSM hanya sebentar karena kompetisi Liga 1 dengan terpaksa harus dihentikan akibat pandemi Covid 19.(*)