SUARA CIANJUR - Hasil autopsi Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage yang tewas tertembak oleh sesama anggota Polri, menunjukkan adanya satu luka tembak pada bagian belakang telinga kanan hingga kiri.
Autopsi dilakukan oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati, Brigjen Hariyanto, dan ia memastikan tidak ada luka lain selain luka tembak tersebut.
"Di bagian belakang telinga kanan sampai belakang telinga kiri," jelas Hariyanto kepada wartawan, Kamis (27/7/2023).
Hariyanto menuturkan bahwa autopsi telah dilakukan dan selesai pada Selasa (25/7/2023). Ia menegaskan tidak ada luka lain selain luka tembak.
"Ada luka tembak satu saja. Enggak ada (luka lain)," katanya.
Penyidik periksa CCTV
Sebelumnya, peristiwa penembakan ini dilaporkan terjadi pada Minggu (23/7/2023) dini hari di Rusun Polri Cikeas.
Salah satu langkah yang diambil untuk pendalaman adalah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, tempat kejadian penembakan terjadi.
"Saat ini penyidik sedang mendalami, mengumpulkan bukti-bukti di TKP, menganalisa salah satunya menganalisa CCTV," jelas keterangan Ramadhan kepada wartawan, Kamis.
Baca Juga: Raffi Ahmad Sibuk Cari Nama Cewek Buat Adik Rayyanza, Nagita Slavina Dicurigai Hamil Anak ke-3
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Bripda Ignatius tewas tertembak karena kelalaian dari pelaku yang merupakan sesama anggota Polri.
"Pada hari Minggu dini hari tanggal 23 Juli 2023 pukul 01.40 WIB bertempat di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor telah terjadi peristiwa tindak pidana karena kelalaian mengakibatkan matinya orang yaitu atas nama Bripda IDF," ungkap Ramadhan kepada wartawan, Rabu (26/7/2023). (*)