SUARA CIANJUR – Saat ini, dunia sepak bola sudah bisa dikatakan sebagai komoditas bisnis yang potensial. Namun, hal tersebut belum tentu bisa terjadi di Indonesia.
Bos Bali United, Pieter Tanuri menungkapkan bahwa berinvestasi bisnis di sepak bola Indonesia adalah hal yang merugikan.
“Sebetulnya tidak ada satu pun klub di Indonesia yang profit dari kegiatan bola. Saya sampai hari ini belum profit,” ujar Pieter Tanuri, dikutip dari laman Instagram @timnasgarudainfo, Kamis (3/8/2023).
Selanjutnya, dirinya juga menjelaskan bahwa kerugian ini didapatkan karena pendapatan dan pengeluaran yang tidak seimbang.
“Karena belanja pemain dan pendapatan tak seimbang. Tiap tahun saya rugi Rp 30-50 miliar,” lanjutnya.
Meski merugikan, Pieter Tanuri mengatakan bahwa alasan dirinya tetap investasi di sepak bola Indonesia karena dirinya ingin menang.
“Kenapa saya mau rugi, karena saya ingin menang,” sambungnya.
Pernyataan ini memancing respon netizen. Ada yang menilai bahwa kerugian ini disebabkan karena pemain lokal yang terlalu mahal.
“Pemain lokal terlalu over price , cuma beli pemain bagus mahal abis itu main flop trus jual murah atau bahkan pergi gratis .. kalo klub luar orbitin pemain akademi kalo berprogres jual dengan harga yang bagus,” komen salah satu netizen. (*)
Baca Juga: 30 Contoh Tebak-Tebakan Lucu Buat PDKT, Penuh Canda Tawa dan Bikin Baper