Perlu diingat bahwa meskipun infeksi ragi bisa terjadi tanpa aktivitas seksual, risiko untuk mengalami infeksi tersebut mungkin lebih tinggi selama menstruasi karena perubahan hormon.
Selain itu, hubungan seks vaginal-penis juga dapat menyebabkan penyebaran infeksi ragi yang dapat menyebabkan peradangan pada kepala penis, dikenal sebagai balanitis.
Sebagai informasi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa ada sekitar 20 juta kasus infeksi menular seksual baru setiap tahunnya di Amerika Serikat saja.(*)