deli

Wacana Harga BBM Naik Jangan Memicu Aksi Spekulan, Pemerintah Diminta Tetap Awas

Deli Suara.Com
Senin, 29 Agustus 2022 | 10:55 WIB
Wacana Harga BBM Naik Jangan Memicu Aksi Spekulan, Pemerintah Diminta Tetap Awas
Ilustrasi kebutuhan manusia. Pexels (Pexels)

Deli.Suara.com - Wacana harga bahan bakar minyak (BBM) naik dapat berpotensi munculnya aksi spekulan. Kekhawatiran ini disampaikan Ekonom Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin.

"Wacana kenaikan harga BBM sebelumnya, memang sempat membuat saya khawatir akan kemungkinan munculnya aksi spekulan, yang bisa saja menaikkan harga sebelum harga BBM itu dinaikkan," ujar Gunawan, Senin (29/8/2022).

Adanya kekhawatiran aksi spekulan di tengah ramainya wacana BBM naik membuat Gunawan melakukan observasi di pasar.

"Saya beserta tim sudah melakukan observasi, dimana belum ditemukan adanya kenaikan harga diluar batas kewajaran atau terindikasi adanya aksi spekulan," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga telur ayam belakangan ini, meskipun di wilayah Sumut terpantau tapi hanya naik tipis dalam sepekan atau sebulan terakhir. 
 
"Permintaan telur di luar Sumut juga mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan harga telur di pulau Jawa," katanya.

Kemudian, Gunawan melanjutkan untuk harga daging ayam, di Medan belakangan memang mengalami kenaikan cukup tinggi. 

"Akan tetapi saya masih menemukan bahwa di lapangan stok juga bermasalah, khususnya dari peternak ayam mandiri. Sehingga memicu terjadinya kenaikan harga," jelasnya.

Untuk komoditas cabai, masih Gunawan mengatakan harganya juga mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir, khususnya cabai merah. 

"Namun saya berkesimpulan bahwa faktor cuaca masih mendominasi pemicu kenaikan harga cabai merah. Curah hujan yang tinggi menjadi asal musabab sulitnya cabai merah turun harga dalam sepekan belakangan ini," ungkapnya.

Baca Juga: Miris, Belasan Anggota Geng Motor yang Ditangkap di Medan Ternyata Berstatus Pelajar

Lebih lanjut Gunawan mengatakan harga beras di beberapa titik juga mengalami kenaikan meskipun terbilang tidak banyak. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga pupuk dan pestisida, ditambah dengan daya beli petani yang terpukul. Sehingga berpeluang menggiring kenaikan harga beras nantinya.

"Untuk itu kita berharap kepada TPID, pemerintah daerah atau Satgas Pangan untuk terus berada di pasar melakukan pengawasan terhadap distribusi kebutuhan pangan belakangan ini," ujarnya.

"Sehingga harga yang tercipta bukan merupakan imbas dari wacana kenaikan harga BBM yang belum berkesudahan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI