Deli.Suara.com - Prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut), pada akhir pekan ini, Sabtu 3 September 2022, diperkirakan hujan deras masih akan terjadi.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, hujan berpeluang terjadi pada siang dan malam hari.
"Kondisi cuaca pada pagi hari ini berawan," kata Prakirawan BMKG Medan Martha Rosefina Manurung, Sabtu (3/9/2022).
Ia mengatakan pada siang hari kondisi cuaca umumnya terjadi hujan hampir merata di seluruh wilayah Sumut. Suhu udara berkisar 16 hingga 32 derajat celcius, kecepatan angin maksimum 20 km/jam.
"Pada siang hari diperkirakan terjadi hujan lebat di Kota Medan dan Kota Binjai," kata Martha.
Selanjutnya, pada malam hari beberapa daerah berpeluang diguyur hujan lebat diantaranya yakni Tarutung, Kabanjahe (Kabupaten Karo), Sidikalang, dan Balige.
Martha menyampaikan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumut mengenai kondisi cuaca ekstrem, pada Sabtu hari ini.
"Waspada hujan lebat di pantai timur, lereng timur, pantai barat, lereng barat, dan pegunungan yang dapat berpotensi mengakibatkan longsor dan banjir," tukasnya.
Penyebab Hujan Lebat
Baca Juga: Kebakaran Pabrik Plastik di Deli Serdang, Seorang Pemadam Alami Luka Bakar
Diketahui, dalam sepekan terakhir kondisi cuaca hujan lebat dengan durasi yang cukup lama terjadi di Sumut.
BMKG menyampaikan kalau cuaca ekstrem ini dipengaruhi tingginya curah hujan di Sumut disebabkan adanya belokan angin dan daerah pertemuan angin (Konvergena).
"Kemudian MJO (Madden Julian Oscillation) berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan, ditambah kondisi udara di lapisan atas labil dan adanya potensi penguapan (penambahan massa uap air) di Samudera Hindia Barat Sumut," ungkap Kepala BMKG Medan Hendro Nugroho.
Berdasarkan analisis tersebut, BMKG menyampaikan maka wilayah Sumut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
"Dengan durasi yang lama dan cakupan wilayah yang luas yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (banjir bandang longsor, angin kencang dan gelombang tinggi)," katanya.
Menyikapi kondisi tersebut di atas, BMKG meminta agar para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Sumut.