Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta Harus Dengar Ini, Fadli Zon Minta Anda Mundur Atau...

Deli

Kamis, 06 Oktober 2022 | 06:13 WIB
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta Harus Dengar Ini, Fadli Zon Minta Anda Mundur Atau...
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. (Suara.com/Achmad Ali)

Deli.Suara.com - Pernyataan menohok disampaikan Fadli Zon anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra atas tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur (Jatim).

Ia mengatakan harus ada yang bertanggungjawab atas tragedi maut yang merenggut seratusan lebih nyawa manusia, salah satunya adalah orang nomor satu di kepolisian Jatim yaitu Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Fadli Zon mengemukakan wajar bila Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Nico dari jabatannya sebagai Kapolda Jatim. Ia justru menyarankan hal itu segera dilakukan, sebagaimana desakan dari banyak pihak.

"Harus ada yang bertanggung jawab. Kalau saya lihat sih kapolda juga diganti saja, kan itu aspirasi masyarakat juga," ujar Fadli di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari suara.com, Kamis (6/10/2022) pagi.

Fadli Zon bahkan menyindir Irjen Nico Afinta untuk dapat lebih sensitif menanggapi desakan mundur dirinya. Nico diharapkan dapat memilih di antara dua pilihan, mundur atau tunggu pencopotan.

Namun, anggota DPR ini menyarankan bahwa sebaiknya Nico Afinta untuk secara sadar mundur sebagai Kapolda Jatim.

"Jadi harus sensitif lah melihat, misalkan, kalau di luar negeri itu bukan dicopot, mundur. Jadi masih revolusi mentalnya jalan, mereka mengundurkan diri baik itu kapolres, kapolda," sindirnya.

Gas Air Mata Ditembakkan Polisi 
Sebelumnya, Fadli tegas menyatakan kunci dari munculnya tragedi Kanjuruhan, Malang adalah gas air mata yang ditembakkan polisi.

Diketahui asap dari gas air mata yang menyesakkan itu diduga menjadi penyebab terbesar jatuhnya korban nyawa hingga lebih dari 100 orang.

baca juga

"Menurut saya kuncinya jelas di situ gas air mata. Penerapan gas air mata di lapangan yang kabarnya itu tidak diperbolehkan oleh FIFA sendiri jelas," kata Fadli.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen ini mempertanyakan aparat kepolisian, mengapa tidak melakukan penanganan dengan cara lain, tanpa gas air mata.

"Kenapa, misalnya kalau untuk mempersiapkan, mengantisipasi itu water cannon. Tentu enggak akan banyak korban, apalagi sampai meninggal," kata Fadli.

Karena itu, menurut dia, seharusnya investigasi tragedi Kanjuruhan tidak bertele-tele lantaran sudah diketahui pasti sebab dan akibatnya, yakni gas air mata. Pihak yang bertanggung jawab sudah seharusnya segera ditetapkan.

"Seharusnya bisa secara cepat, paling tidak siapa yang bertanggung jawab supaya ini tidak terulang lagi. Kalau muter-muter kemudian tidak jelas atau dicari kambing hitam, salah menyalahkan," ujar Fadli.

Diketahui penggunaan gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah suporter yang dianggap membuat onar di Stadion Kanjuruhan diduga menjadi penyebab utama atas tragedi maut ini.

Berbagai pihak baik dari nasional maupun dari Internasional, sepakat menduga kalau penggunaan gas air mata di stadion (meski dilarang FIFA) menjadi penyebab banyaknya korban berjatuhan dalam tragedi Kanjuruhan.

Dalang Penembak Gas Air Mata Jadi Misteri
Lantas, siapa yang memberi perintah kepada anggota polisi untuk menembakkan gas air mata di dalam stadion?

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan bahwa tidak ada perintah langsung dari Kapolres Malang nonaktif AKBP Ferli Hidayat kepada anggotanya yang bertugas di Stadion Kanjuruhan untuk melepaskan tembakan gas air mata.

Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto mengatakan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi langsung kepada Ferli Hidayat terkait penggunaan gas air mata untuk mengurai massa.

"Tidak ada perintah dari kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan excessive dengan gas air mata, tidak ada," ucap Wahyu.

Pernyataan Kompolnas ini jelas mengherankan bagaimana mungkin, anggota polisi dapat mengambil tindakan sendiri menembakkan gas air mata tanpa ada perintah atasan.

Meski begitu, Kompolnas berpandangan kalau Kapolres Malang nonaktif telah menjelaskan tugasnya secara prosedural dan sudah ada tindakan antisipasi dengan memberikan arahan langsung kepada para personel yang bertugas saat apel sebelum laga berlangsung.

Selain tidak ada perintah untuk melepaskan tembakan gas air mata untuk mengurai massa tersebut, Kapolres Malang nonaktif juga mengklaim tidak menutup serta mengunci pintu keluar dari Stadion Kanjuruhan.

"Sudah kami konfirmasi Kapolres, bahwa tidak ada perintah untuk menutup pintu. Sehingga harapannya memang 15 menit (sebelum pertandingan usai) itu dibuka, tetapi tidak diketahui mengapa ada pintu terkunci," katanya.

Selain itu, Polres Malang juga telah menyiapkan dua kendaraan Barakuda milik Brimob Polda Jawa Timur untuk dipergunakan tim tamu saat datang maupun meninggalkan Stadion Kanjuruhan. Kendaraan itu disiapkan untuk pengamanan para pemain dan ofisial Persebaya.

"Tetapi dalam pelaksanaannya, Barakuda tidak bisa keluar karena massa di luar sangat banyak. Kejadian pertama, mobil tidak bisa keluar dan kedua di dalam juga ramai," tukasnya.

Pada Sabtu (1/10/2022), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Kejadian ini merenggut korban jiwa massal, data terakhir hingga Rabu (5/10/2022) kemarin pihak berwenang mencatat ada 131 korban meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratusan Suporter Semen Padang FC Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Ratusan Suporter Semen Padang FC Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Sumbar | Kamis, 06 Oktober 2022 | 01:56 WIB

Sosok Negro Bomba yang Jadi Pemicu Tewasnya 328 Suporter di Estadio Nacional Peru

Sosok Negro Bomba yang Jadi Pemicu Tewasnya 328 Suporter di Estadio Nacional Peru

Blitz | Kamis, 06 Oktober 2022 | 01:02 WIB

Misteri Ibu Penjual Dawet Pintu 3 Stadion Kanjuruhan

Misteri Ibu Penjual Dawet Pintu 3 Stadion Kanjuruhan

Tangsel | Kamis, 06 Oktober 2022 | 01:00 WIB

Pengakuan Komandan Polisi Soal Tembakan Gas Air ke Arah Tribun Penonton: Saya yang Perintahkan!

Pengakuan Komandan Polisi Soal Tembakan Gas Air ke Arah Tribun Penonton: Saya yang Perintahkan!

Blitz | Kamis, 06 Oktober 2022 | 00:34 WIB

Bertemu Presiden FIFA, Erick Thohir Bahas Sepak Bola Indonesia

Bertemu Presiden FIFA, Erick Thohir Bahas Sepak Bola Indonesia

Bola | Kamis, 06 Oktober 2022 | 00:55 WIB

Pemerintah akan Naikan Cukai Tembakau, Pengamat: Pekerja SKT Terancam

Pemerintah akan Naikan Cukai Tembakau, Pengamat: Pekerja SKT Terancam

Serang | Kamis, 06 Oktober 2022 | 00:05 WIB

Bertemu Parlemen Rusia, DPR Dorong Kerja Sama Antar Parlemen Upayakan Perdamaian di Ukraina

Bertemu Parlemen Rusia, DPR Dorong Kerja Sama Antar Parlemen Upayakan Perdamaian di Ukraina

Metro | Kamis, 06 Oktober 2022 | 00:05 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×