Deli.Suara.com - Tujuh orang jenderal purnawirawan Polri yang pernah menjabat sebagai Kapolri, mendadak mendatangi Mabes Polri, Kamis (27/10/2022) kemarin
Mereka mantan Kapolri 'turun gunung' karena prihatin dengan kondisi Polri yang dirundung berbagai masalah, diantaranya yang paling menghebohkan kasus pembunuhan yang menyeret Ferdy Sambo mantan Kadiv Propam Polri sebagai tersangka utama.
Adapun tujuh jenderal yang turun gunung ke Mabes Polri, yakni :
1. Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri
2. Jenderal (Purn) Roesmanhadi
3. Jenderal (Purn) Chaerudin Ismail.
4. Jenderal (Purn) Tan Sri Dai Bachtiar
5. Jenderal (Purn) Sutanto
6. Jenderal (Purn) Timur Pradopo
7. Jenderal (Purn) Badrodin Haiti
Dilansir dari suara.com, Jumat (28/10/2022), beberapa diantara mereka mengaku merasa terpanggil untuk mendatangi Mabes Polri. Pertemuan tersebut dilaksanakan Gedung Rupatama, Mabes Polri. Pertemuan tersebut berakhir pada pukul 11.33 WIB.
Tidak hanya Listyo Sigit, purnawirawan juga menemui seluruh Pejabat Utama Mabes Polri.
Para purnawirawan memastikan bahwa kedatangannya ke Mabes Polri tersebut bukan dimaksudkan untuk menghakimi atau menggurui para pejabat Polri yang saat ini tengah menjabat.
Tentunya dengan harap, pertemuan yang dilakukan tersebut dapat memberikan perbaikan pada jajaran Polri saat ini.
Sosok Mantan Kapolda Sumut yang Babat Habis Judi
Dari tujuh orang jenderal purnawirawan yang 'turun gunung' terselip sosok mantan Kapolda Sumut yang terkenal dengan prestasinya membabat habis konsorsium judi di Indonesia.
Adalah Jenderal Polisi Purnawirawan Drs Sutanto, sosok jenderal yang berani memberantas judi, termasuk di Sumut. Pemberantasan judi ini digencarkan-nya sejak menjabat sebagai Kapolda Sumut tahun 2000.
Pemberantasan judi ini mencapai puncaknya pada tahun 2008 ketika Jenderal Sutanto menjabat sebagai Kapolri. Dia tidak main-main dalam memberantas mafia judi, bahkan memberikan ultimatum mencopot Kapolda yang tidak berani menumpas judi.
Pada masa itu, bandar judi di Medan, Sumut terpaksa gulung tikar menutup bisnis judinya. Tak ada satupun bisnis judi yang muncul di Sumut selama Jenderal Sutanto menjabat sebagai Kapolri.
Bukan hanya judi, pemberantasan preman yang meresahkan masyarakat juga menjadi sasaran Jenderal Sutanto. Lulusan Akabri tahun 1973 ini juga tegas terhadap berbagai kasus lainnya baik narkoba, terorisme dan penyuapan.
Dilansir dari wikipedia, berikut diantaranya beberapa peristiwa penting selama Sutanto menjabat Kapolri.