Deli.Suara.com - Pesta Halloween Itaewon di Korea Selatan, berujung tragedi, Sabtu (29/10/2022) malam waktu setempat. Lebih dari seratusan orang dilaporkan tewas karena berdesak-desakan.
Kronologi tragedi Itaewon ini bermula ketika ratusan warga antusias memadati kawasan Itaewon lengkap mengenakan berbagai kostum bernuansa horor khas halloween.
Dicukil dari suara.com, tingginya animo warga untuk merayakan pesta halloween ini disebabkan karena selama tiga tahun sebelumnya terhalang pandemi Covid-19.
Malam semakin larut, namun kemeriahan pesta semakin semarak. Ratusan warga berduyun-duyun datang dan menyemuti jalanan dan gang-gang di Itaewon.
Kekacauan mulai terjadi sekitar pukul 22.20 waktu setempat, terutama di salah satu jalan sempit menanjak yang disebut hanya selebar mobil sedan.
Media setempat menyebut, saat itu orang yang berada di sisi atas jalan ada yang terjatuh menimpa warga lain yang berjubel di bawah. Sontak kepanikan tercipta, pengunjung saling injak.
Petugas yang banyak menerima laporan akan insiden di Itaewon datang lengkap dengan mobil ambulans. Sayang, mereka kesulitan untuk bisa cepat melakukan evakuasi karena banyaknya warga yang datang.
Korban tewas disebut tak hanya saling injak, namun juga karena sesak nafas hingga serangan jantung.
Sementara dikutip dari Reuters, pejabat Departemen Pemadam Kebakaran Korea Selatan, Choi Seong Beom mengatakan, tim penyelamat mengerahkan 140 ambulans untuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit.
Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol juga langsung menginstruksikan tim medis gawat darutat untuk segera memberikan pertolongan ke lokasi.
Ia menegaskan seluruh fasilitas tempat tidur di rumah sakit harus disiapkan bagi para korban.
Sementara, Wali Kota Seoul, Oh Se Hoon dilaporkan langsung pulang dari kunjungan kerjanya ke Eropa, begitu mendengar tragedi ini.
Pesta Halloween Itaewon di Korea Selatan berakhir menjadi petaka, Sabtu (29/10/2022) malam waktu setempat.
Kerumunan orang yang merayakan Halloween berdesak-desakan di sebuah gang pusat kehidupan malam di Seoul, ibu kota Korea Selatan.
Keadaan pesta berubah menjadi kacau dan membuat ratusan warga berhimpitan di gang sempit. Kegembiraan berubah jadi tragedi, lebih dari seratus orang dilaporkan tewas.