Deli.suara.com - Awal minggu ini adalah hari terakhir di bulan Oktober tahun ini. Dan setiap tanggal 31 Oktober dikenal dengan perayaan Halloween.
Hari Halloween lebih banyak dirayakan di luar negeri, salah satunya Amerika Serikat, negara asalnya. Adapun di Indonesia hanya sebagian kecil masyarakat yang merayakannya dengan memakai kostum unik.
Melansir dari situs History, sejarah Halloween bermula dari festival Samhain, yaitu festival suku Celtic kuno. Suku ini ada sekitar 2.000 tahun yang lalu di mana mereka merayakan tahun barunya setiap 1 November.
Dalam kepercayaan Suku Celtic, di malam hari sebelum tahun baru, batas antara kehidupan dan kematian menjadi kabur. Di tanggal 31 Oktober malam, mereka yakin bahwa hantu kembali ke bumi, maka dari itu mereka merayakan festival Samhain.
Dulunya perayaan Halloween sangat terbatas di Amerika karena sistem kepercayaan Protestan yang masih kaku. Namun ketika kepercayaan dan kebiasaan berbagai kelompok etnis Eropa dan Indian Amerika menyatu, Halloween mulai dirayakan di Amerika namun belum terlalu populer.
Kala itu, perayaan Halloween di Amerika termasuk "pesta bermain," merupakan acara publik yang diadakan untuk merayakan panen.
Pada pertengahan abad ke-19, saat Amerika dibanjiri imigran baru, terutama jutaan orang Irlandia mulai mempopulerkan perayaan Halloween di Amerika.
Berkembang menjadi momen liburan unggulan terutama untuk kaum muda. Sehingga pada 1920-an hingga 1950-an, perayaan Halloween di Amerika menjadi tradisi trick-or-treat menjadi cara relatif murah bagi seluruh komunitas untuk berbagi perayaan Halloween.
Dengan demikian, tradisi Halloween di Amerika terus tumbuh dan berkembang. Saat ini, orang Amerika menghabiskan sekitar miliaran per tahun pada Hari Halloween, dan menjadikannya hari libur komersial terbesar kedua di negara itu setelah Natal.
Hingga kini, Halloween diperingati setiap tanggal 31 Oktober. Asal usul Halloween Day yang mulanya dari tradisi mengusir hantu yang bernuansa menyeramkan, kini dirayakan sebagian orang dengan beragam tradisi menyenangkan. [BIN]