Kalau Harga Jagung Terus Naik Tak Terkendali, Siap-siap Puasa Makan Daging Ayam

Deli Suara.Com
Rabu, 24 Mei 2023 | 17:54 WIB
Kalau Harga Jagung Terus Naik Tak Terkendali, Siap-siap Puasa Makan Daging Ayam
Satgas Pangan Polres Cimahi Meninjau Harga Pangan di Pasar Atas Baru Kota Cimahi. ([Suara.com/Ferry Bangkit])

Tingginya harga daging ayam dalam beberapa waktu belakangan ini terjadi masif di Indonesia. Saat ini di sejumlah daerah harga daging ayang sudah mencapai di kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu. 

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Mukhammad Faisol Amir mengungkapkan, perlu perbaikan logistik dan rantai pasok pangan sebagai bagian dari solusi agar harga daging ayam tidak melambung.

"Jika melihat data BPS, daging ayam merupakan salah satu penyumbang terbesar inflasi bulanan pada April 2023, dengan kontribusi sebesar 0,09% dari total inflasi bulanan sebesar 0,31 persen," kata Mukhammad Faisol Amir dikutip dari Warta Ekonomi-jaringan Suara.com pada Rabu (24/5/2023).

Ia mengemukakan, faktor terbesar kenaikan harga ayam saat ini disebabkan kenaikan harga pakan yakni jagung. 

Menyitir data USAID mengenai Indonesia’s Poultry Value Chain tahun 2013 disebutkan, pakan menyumbang 55,1 persen dari biaya produksi ayam.

Berdasarkan hal tersebut jika merunut data Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan, ada kenaikan harga jagung yang signifikan di tingkat petani sejak awal tahun 2023. 

Faisol mengemukakan, antara Januari dan Februari 2023, harga jagung di tingkat petani naik 45,57 persen dari Rp 4.049 per kilogram menjadi Rp 5.894 per kilogram. Bahkan, harga itu semakin melambung pada Maret 2023, yakni menjadi Rp 6.008 per kilogram. 

Sementara itu, harga jagung untuk peternak sudah melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) yaitu Rp 5.000 per kilogram seperti yang ditunjukkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5/2022.

Faisol mengemukakan, kenaikan harga jagung secara langsung memengaruhi kenaikan harga ayam. Kondisi tersebut diperparah dengan akses produsen ayam dalam negeri secara keseluruhan terhadap pakan yang lebih murah terhalang peraturan impor jagung yang ketat.

Baca Juga: Jauh Banget Bedanya! Harga Nasi Soto Ayam di Papua Semangkok Rp 120 Ribu, Kok Bisa Mahal Banget?

Sehingga, menurut Faisol, pembatasan impor jagung memicu industri pakan maupun peternak rakyat harus bersaing mendapatkan jagung dari pasar dalam negeri.

"Pembukaan kesempatan impor untuk swasta juga akan memunculkan kompetisi yang memaksa mereka bekerja dengan lebih efisien dan tepat dalam membaca kebutuhan pasar," katanya.

Selain itu, kondisi infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam distribusi pangan, termasuk ayam. 

"Perbedaan MPP antar provinsi bisa mencapai 30 persen, terutama di luar Pulau Jawa. Oleh karena itu, infrastruktur seperti jalan dan gudang perlu diperbaiki. Hal ini juga akan mendukung kebijakan pengendalian harga melalui penyediaan tempat penyimpanan cadangan pangan, terutama untuk komoditas yang tergolong perishable," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI