deli

CEK FAKTA: Viral Siswa Di Semarang Terpaksa Pindah Ke SLB Gegara Dibully Teman, Begini Fakta Sebenarnya

Deli Suara.Com
Kamis, 01 Juni 2023 | 12:19 WIB
CEK FAKTA: Viral Siswa Di Semarang Terpaksa Pindah Ke SLB Gegara Dibully Teman, Begini Fakta Sebenarnya
Siswa dibully teman sampai pindah SLB (Foto: Bidik layar video)

Belakangan beredar viral sebuah video tentang tentang anak yang disebut jadi korban perundungan atau bully teman-temannya di sekolah. Bahkan, akibat insiden itu ia harus pindah ke sekolah luar biasa (SLB).

Dalam video yang viral itu terdapat tulisan "sangking sering dibulli temannya disekolah sampai pindah ke sekolah luar biasa (SLB)".

Dalam video tersebut, tampak seorang laki-laki tua memakai batik dan anak sekolah berseragam sekolah dasar. Kemudian perekam video bertanya dalam Bahasa Jawa, bertanya kepada lelaki tua tersebut.

"Sekolah ting pundi pak (sekolah di mana)?". Lalu dijawab "Ting SLB (di SLB)."

"Loh, saget ngomong kok sekolah ting SLB (Loh, bisa bicara kok sekolah di SLB)," jawab perekam. 
"Ting SD, diganggu koncone. Pas nulis kertase disuek-suek kancane (di SD diganggu temannya, pas nulis kertasnya disobek temannya)," kata bocah tersebut.

"Boten lapor gurune (tidak lapor gurunya)?" tanya perekam "Pripun wadul bocahe bejijak nggih mboten ndue kapok (mau lapor gimana, anaknya bandel tidak punya jera)," kata si bapak.

Respons Dinas Pendidikan

Terkait video viral itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Sukaton Purtomo Priyatmo mengatakan telah menelusurinya.

"Sudah cek ke Pakis Kecamatan Bringin, itu kejadian sekira dua tahun lalu," ujar Sukaton sebagaimana dikutip Rabu (31/5/2023).

Baca Juga: 6 Adu Gaya Artis Pria Momong Anak, Rizky Billar Asuh Baby L Saat Lesti Kejora Manggung

Dia menjelaskan, anak tersebut adalah siswa inklusi, dan memang kemudian pindah sekolah. 
"Tapi informasinya sekarang sudah keluar," katanya.

Dia menegaskan bahwa seluruh anak memiliki hak yang sama dalam memeroleh pendidikan.

"Apalagi di sekolah negeri sudah bisa menerima siswa inklusi," katanya lagi.

Sukaton juga menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus bebas dari tindakan perundungan, terutama yang dilakukan antar-siswa. Di mana guru harus bisa menjalankan fungsi kontrol sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan aman, nyaman, dan membahagiakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI