PANAS Koalisi Perubahan Soal Cawapres, Prediksi Mahfud MD Anies Dijegal Internal Sendiri Terbukti?

Deli

Minggu, 11 Juni 2023 | 16:33 WIB
PANAS Koalisi Perubahan Soal Cawapres, Prediksi Mahfud MD Anies Dijegal Internal Sendiri Terbukti?
Anies Baswedan dan Menkopolhukam Mahfud MD. (Ist)

Koalisi Perubahan untuk Persatuan tengah dirundung bara. Panas hubungan antar anggota koalisi dipicu soal sosok bakal cawapres pendamping Anies Baswedan.

Dua parpol itu adalah NasDem dengan Partai Demokrat. Mulanya, Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief di Twitter pribadinya merespons anggapan dari Waketum NasDem Ahmad Ali yang mengatakan kalau partainya hanya memaksa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketum Demokrat jadi cawapres Anies.

"Menurut Mad Ali, gertakan Demokrat hanya untuk memaksakan AHY menjadi cawapres Anies dan akan cabut dari koalisi bisa membuat kita berbalik tanya pada Mad Ali, jika Anies memilih AHY apakah NasDem akan cabut dari koalisi?," tulis Andi Arief di Twitter, Jumat (9/6/2023).

Merespons itu, Ahmad Ali lantas menjawab dengan berbalik bertanya kepada Demokrat terkait sosialisasi Anies Baswedan.

"Jadi kami bukan dalam posisi menerima, menolak ya. Itu adalah kewenangan Anies Baswedan untuk menentukan kapan, siapa, di mana itu adalah kewenangan dia. NasDem tidak mendesak kepada Anies Baswedan untuk segera mengumumkan calon," kata Ali kepada wartawan, Jumat (9/6/2023).

Tak sampai di situ, Ahmad Ali lantas menyinggung Demokrat yang sempat mendorong Anies segera mengumumkan sosok cawapres pada Juni ini. Ia bertanya, apakah Demokrat sudah gencar mengenalkan Anies ke masyarakat.

"Kalau alasan (cepat deklarasi) karena menurunnya elektabiltas, pertanyaan kita ke kawan-kawan Demokrat, sudahkan mensosialisasikan Mas Anies setelah mereka mendeklarasikan? Rasa-rasanya yang bisa jawab itu Partai Demokrat," kata Ali balik bertanya.

Sebelumnya, Andi Arief memang keras menyinggung soal elektabilitas Anies yang terus merosok di sejumlah hasil survei. Ia menyebut, salah satu penyebab turunya elektabilitas Anies bisa jadi disebabkan karena lambat mengumumkan sosok cawapres.

Namun panas soal cawapres Anies buru-buru diredam oleh Juru Bicara Anies Baswedan, Sudirman Said. Ia membantah pihak NasDem yang menyebut Demokrat memaksakan AHY jadi cawapres Anies.

baca juga

"Sejauh ini suasana dalam rapat-rapat Tim 8 yang merupakan wakil resmi dari partai-partai dan capres, selalu kondusif, saling support, dan saling percaya. Tidak ada suasana memaksakan kehendak, termasuk dalam membicarakan opsi-opsi bakal calon pasangan Pak Anies," kata Sudirman Said dalam keterangannya, Sabtu (10/6/2023).

Menurut Said, soal beda pandangan beberapa kader di internal koalisi merupakan bagian dari demokrasi dan penyampaian pendapat. "Bagus dong, kan demokrasi memberi ruang perbedaan pandangan," katanya.

Wanti-wanti Mahfud MD

Beberapa hari sebelum panas soal cawapres Anies, Menkopolhukam Mahfud MD sempat mengingatkan Anies bisa dijegal koalisi sendiri.

Mulanya, Mahfud bicara soal ucapan Anies Baswedan yang mengungkapkan kekhawatirannya soal penjegalan. Hal itu buntut dari pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan akan cawe-cawe di Pemilu 2024. Mahfud pun menepis kekhawatiran Anies soal penjegalan itu.

"Ndak ada (penjegalan), itu isi politik, itu bagian dari perlombaan kontestasi politik yang mengatakan ini dijegal, mungkin biar pendukungnya muncul atau mungkin biar yang milih sedikit, kenapa dijegal, karena ini. Ndak ada (penjegalan Anies)," kata Mahfud di Lapangan Pancasila, Ende, NTT, Kamis (1/6/2023) lalu.

"Kalau pemerintah tidak menjegal, mungkin saudara sih cuma ndak enak mau bilang terus terang, mungkin dari tulisan-tulisan dan pernyataan Denny Indrayana. Ndak, ndak ada yang akan menjegal. Malah saya katakan kepada dia, kamu harus usahakan di dalam berbagai forum agar koalisi yang mendukung Anies itu kompak agar Anies dapat tiket, tidak dijegal oleh internalnya sendiri," sambung Mahfud.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sambut Ajakan PDIP Bertemu Demokrat, Kekuatan SBY-Megawati Bakal Bersatu Di 2024?

Sambut Ajakan PDIP Bertemu Demokrat, Kekuatan SBY-Megawati Bakal Bersatu Di 2024?

Deli | Minggu, 11 Juni 2023 | 15:10 WIB

Sekjen Demokrat Sambut Baik Pertemuan Puan dan AHY, Sinyal Positif Koalisi Baru?

Sekjen Demokrat Sambut Baik Pertemuan Puan dan AHY, Sinyal Positif Koalisi Baru?

Kotak Suara | Minggu, 11 Juni 2023 | 15:02 WIB

Mahfud MD Bicara Soal Utang Pemerintah Ke Jusuf Hamka Rp 800 Miliar: Kontrak Biasa, Tinggal Pembayaran

Mahfud MD Bicara Soal Utang Pemerintah Ke Jusuf Hamka Rp 800 Miliar: Kontrak Biasa, Tinggal Pembayaran

Deli | Minggu, 11 Juni 2023 | 14:57 WIB

Rencana Pertemuan Puan Maharani dan AHY, Pecah Kebuntuan Komunikasi PDIP dengan Demokrat Selama Dua Dekade

Rencana Pertemuan Puan Maharani dan AHY, Pecah Kebuntuan Komunikasi PDIP dengan Demokrat Selama Dua Dekade

Deli | Minggu, 11 Juni 2023 | 14:48 WIB

Akhir Rivalitas PDIP Vs Demokrat, Kini Damai di Era Puan dan AHY?

Akhir Rivalitas PDIP Vs Demokrat, Kini Damai di Era Puan dan AHY?

News | Minggu, 11 Juni 2023 | 14:34 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×