Pegiat media sosial Dokter Tifa menyoroti dukungan terhadap tiga bakal calon presiden atau capres 2024. Mulai dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dari tiga nama itu, konteks negatif diarahkan Dokter Tifa terhadap bakal capres dari PDIP, Ganjar Pranowo. Ia pun memaparkan fakta yang disebutnya riil di lapangan mengenai dukungan ke tiga bakal capres itu.
Menurutnya, pendukung Anies dan Prabowo semakin mengalami kenaikan. Namun nasib berbeda, kata Dokter Tifa, dialami Ganjar yang dukungannya semakin menurun.
"Fakta riil di lapangan. Pendukung Anies Baswedan makin naik. Pendukung Prabowo juga makin naik. Pendukung Pornowow (Pranowo)? Makin nyungsep," tulis Dokter Tifa di akun Twitter resminya, @DokterTifa, pada Jumat (23/6/2023).
Rendahnya dukungan terhadap Ganjar, klaim Dokter Tifa, membuat para pendukung Gubernur Jawa Tengah itu menjadi panik. Bahkan, ia menyebut pendukung Ganjar sampai 'gedubrakan' kala menyadari bakal capres lainnya mendapat banyak dukungan.
"(Rendahnya dukungan ke Ganjar) ini yang bikin mereka (pendukung Ganjar) panik dan gedubrakan ngga keruan," pungkas Dokter Tifa.
Sontak, cuitan Dokter Tifa yang menyindir pedas Ganjar Pranowo ramai mendapatkan atensi warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya sudah mendapatkan ratusan tanda suka.
Warganet juga memberikan beragam pendapat mereka di kolom komentar. Mulai dari mendukung pernyataan Dokter Tifa hingga balas mengkritik pegiat media sosial tersebut.
"Semoga Allah takdirkan pak Anies Baswedan jadi Presiden RI," harap warganet.
Baca Juga: Potensi Cuan dari Perputaran Uang di Laga Indonesia Vs Argentina Tembus Rp 1 Triliun
"Bu dokter kedubrakan ngga karuan itu asli Bahasa Jawa, kocak banget nich bu dokter. Sakit kepala saya jadi sembuh," sindir warganet.
"Mulai terbaca ya kenapa jabatan KPK diperpanjang dan katanya jabatan Kepala Desa juga mau dibuat 9 tahun karena takut juga dengan tuntutan para kades beberapa waktu lalu. Kalau omongan Indra bener berarti panik beneran sampai segala cara dilakukan untuk menjegal calon oposisi," komentar warganet.
"Bu dokter lanjut trus. Sampaikan fakta yng membuat mereka sakit perut membaca tweet bu dokter. Jangan jadi nggak waras pula bu dokter," sentil warganet.
"Kalau fakta ya dengan bukti perhitungan kalkulasi dan sumber validnya dong," tagih warganet.
"Rakyat sudah cerdas mana calon petugas dan pemimpin," timpal yang lain.