Pegiat media sosial Jhon Sitorus tampak setuju dengan pernyataan Ketua Umum PSSI Erick Thohir tentang Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, JIS tidak layak dipakai sebagai venue FIFA Piala Dunia U-17 2023.
Melalui akun Twitternya @Miduk17, Jhon Sitorus awalnya menyatakan setuju dengan pernyataan Erick Thohir. Ia menilai bahwa pendapat Erick Thohir tentang JIS belum layak dipakai untuk venue Piala Dunia U-17 sesuai dengan analisanya beberapa bulan lalu.
"Pernyataan Erick Thohir bahwa JIS tidak layak jadi venue sepak bola semakin memvalidasi analisa saya bulan Februari lalu," cuit Jhon Sitorus pada Selasa (27/6/2023).
Jhon Sitorus bahkan mengibaratkan JIS bak bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Alasannya, fasilitas JIS dinilai membahayakan keselamatan pengunjung. Contohnya adalah minimnya akses keluar masuk stadion.
Karena itu, ia menilai bahwa sudah sepantasnya JIS tidak dipakai untuk pertandingan sepak bola. Jhon Sitorus juga menegaskan bahwa nyawa lebih berharga ketimbang gengsi terkait penggunaan stadion peninggalan Anies Baswedan tersebut.
"JIS itu bagai bom waktu. Aksesibilitas minim, pintu keluar atau masuk terbatas, parkiran sedikit lalu terlalu dekat dengan pemukiman. Nyawa lebih berharga dari gengsi," tambah Jhon Sitorus.
Pendapat Jhon Sitorus mengenai 'bahaya' JIS yang dibandingkan dengan bom waktu itu menuai atensi warganet. Terbukti hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya telah dibaca ribuan kali dan mendapatkan ratusan tanda suka.
Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat. Tak sedikit warganet yang setuju dengan cuitan Jhon Sitorus. Namun, ada juga yang tidak setuju dan balas menyindir opini pegiat media sosial tersebut.
"Salah satu contoh ego pemimpim yang antitesis tapi sok pintar. Padahal Jakarta sudah ada GBK. Dikiranya JIS akan lebih baik dari GBK. Tapi anehnya itu adalah dianggap sebuah prestasi," sindir warganet.
Baca Juga: Paras Ibu Agnez Mo yang Berusia 70 Tahun Saat Ketemu Ci Mehong Bikin Salfok
"Jangan di JIS pak, itu karya Anies. Entar Anies dan pendukungnya semakin bangga. Mending di stadiun Manahan Solo, di sana ada anak bapak Gibran kalau sukses di sana, bisa naikin nama anak bapak Gibran," komentar warganet.
"Emang menurut lo insiden Kanjuruhan tu dipicu apa?" tanya warganet.
"Terus GBK dipakai konser Coldplay, Piala Dunia U-17 mau di stadion apa di Jakarta?" tanya yang lain.
"Lha dibangunnya modal bacot, bukan modal teknik infrastuktur yang jelas dan mumpuni. Mana duitnya duit ngutang pula," tambah warganet lain.