Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum PSSI, baru-baru ini memberikan tanggapan mengenai rumor yang beredar tentang adanya kemungkinan pertandingan antara timnas Indonesia dan Portugal dalam rangka FIFA Matchday mendatang.
Spekulasi tersebut semakin diperkuat dengan penyebutan nama bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo.
Sebelumnya, terdapat kabar yang menyatakan bahwa Indonesia telah menjalin komunikasi dengan timnas Portugal.
Ini bermula dari keberhasilan Indonesia dalam mengundang Argentina untuk laga FIFA Matchday pada bulan Juni, walaupun berakhir dengan kekalahan 0-2 dari tim juara Piala Dunia 2022 tersebut.
Kini, PSSI berencana untuk membawa lebih banyak tim besar ke Indonesia.
Menanggapi isu ini, Zainudin Amali memastikan bahwa hingga saat ini, belum ada kesepakatan resmi antara PSSI dan Portugal.
"Portugal memang menjadi salah satu pilihan kami dalam mencari lawan untuk FIFA Matchday mendatang. Namun, sampai saat ini belum ada kesepakatan resmi," ungkap Amali, Senin (27/6/2023).
Zainudin juga membantah klaim yang menyebut bahwa Cristiano Ronaldo akan bermain melawan Indonesia.
Dia menekankan bahwa PSSI berusaha untuk mendatangkan tim untuk FIFA Matchday, bukan individu tertentu.
Baca Juga: Apa Itu Redonominasi Rupiah? Wacana Rp 1.000 akan Diganti Jadi Rp 1
"Apalagi bilang Cristiano Ronaldo. Tidak, tidak ada omong begitu. Jadi kalau nanti ada pertandingan, itu melawan negara, timnas, bukan orang tertentu," tegasnya.
Menurut Amali, realisasi pertandingan uji coba ini memang memerlukan pendekatan ke tim nasional lain.
Namun, ini bukanlah tugas yang mudah mengingat perlu ada penyesuaian dengan jadwal timnas lawan.
"Mana yang akhirnya cocok karena belum tentu mereka mau. Bisa saja tidak cocok tanggalnya, mereka misalnya sudah terjadwal akan main di mana, kita di mana," tutur Amali.
Sebagai penutup, Amali menegaskan bahwa belum ada yang pasti soal laga melawan Portugal.
"Sekali lagi saya katakan tidak ada yang menyatakan sudah pasti melawan Portugal. Kalau itu tidak benar. Kalau Portugal adalah salah satu tim yang dijajaki, ya."