Jakarta International Stadium (JIS) terus diperbincangkan karena masuk menjadi calon kandidat venua Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.
Namun, JIS dinilai belum memenuhi standar FIFA hingga memerlukan renovasi di beberapa bagiannya, termasuk penggantian rumput.
Rencana renovasi itu sontak membuat sejumlah pihak meradang dan dikaitkan dengan politik karena dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Terbaru, konsultan desain Inggris, Buro Happold menyatakan bahwa proyek pembangunan JIS tidak sesuai panduan mereka.
Pihaknya tidak diminta untuk mendesain stadion JIS dan tidak pernah pula mendesain stadion itu. Selain itu, perusahaan juga tidak terlibat dalam pekerjaan konstruksi apapun yang dilakukan kemudian.
Mengenai hal itu, Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Rio Sambodo mendesak agar JIS diaudit total.
"Konkretnya harus ada penanganan teknis secara mendasar, baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk sarana prasarana. Serta audit total dari aspek perencanaan maupun pembangunan," ujarnya, Minggu (9/7/2023).
Bahkan, politisi PDIP ini juga menyarankan membentuk pansus JIS apabila diperlukan.
Sebut Ada Malpraktik
Baca Juga: Proyek JIS Hilang dari Situs Resminya, Buro Happold Merasa Malu?
Rio Sambodo menilai ada malpraktik dalam perencanaan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Sebab, perusahaan jasa desain, konsultasi dan rekayasa asal Inggris, Buro Happold menyebut stadion warisan eks Gubernur Anies Baswedan itu tak sesuai panduan yang dibuat.
Buro Happold mengaku tak pernah diminta mendesain JIS, melainkan hanya membuat panduan pembuatan desain. Hal ini bertentangan dengan klaim tim Anies dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selama ini.
"Ini menegaskan bahwa ada malpraktik dalam perencanaan dan pembangunan stadion JIS," ujar Rio saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (10/7/2023).
Rio mengaku tak kaget banyak kekurangan pada berbagai unsur konstruksi JIS dan sekitarnya. Akibatnya, JIS dianggap pemerintah tak sesuai standar FIFA dan terkendala untuk bisa menjadi venue Piala Dunia U-17 2023.
"Tidak mengherankan jika banyak sekali kekurangan fasilitas satdion JIS dan jauh dari standar internasional sebagaimana mestinya," ucapnya.
Karena itu, ia berharap segera dilakukan perbaikan secara menyeluruh pada JIS agar bisa sesuai standar internasional dan tak ada lagi masalah ke depannya.