Timnas Indonesia semakin bertambah dengan kehadiran pemain keturunan yang siap membela Merah Putih. Baru-baru ini, muncul seorang pemuda bernama Chow Yun Damanik yang berasal dari Swiss dan memiliki darah Medan, yang siap untuk mengenakan seragam Timnas Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia U-17 telah memanggil 34 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC).
Dari 34 pemain tersebut, beberapa di antaranya adalah pemain diaspora seperti Welber Halim Jardim, Aaron Nathan Ang, Mahesa Ekayanto, Madrid Augusta, Staffan Qabiel, dan Aaron Liam Suitela.
Tidak hanya itu, pemain diaspora semakin bertambah seiring berjalannya waktu.
Kali ini, ada tambahan dari pemuda kelahiran Swiss bernama Chow Yun Damanik.
Dalam sebuah laporan yang diunggah oleh akun Instagram @futboll.indonesiaa, Damanik menyatakan kesiapannya untuk membela Timnas Indonesia jika diperlukan.
Chow Yun Damanik dilahirkan di Kota Lausanne, Swiss, pada tanggal 24 Agustus 2007, yang artinya usianya saat ini baru mencapai 15 tahun.
Pemuda berusia 15 tahun ini memiliki tinggi badan 177 cm dengan berat 63 kg.
Ia merupakan pemain dengan kaki terkuat di sebelah kanan dan biasanya bermain sebagai gelandang tengah (CM, CAM, CDM), tetapi belakangan ini sering bermain di posisi CAM.
Baca Juga: Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni, Gelandang Palestina Resmi Gabung Bali United
Dalam dunia sepakbola, ia sudah mulai bermain sejak usia 5 tahun.
Dalam laporan tersebut, diketahui bahwa Damanik memiliki keturunan Indonesia melalui ibunya yang berasal dari Medan.
Awalnya, ibunya memiliki paspor Indonesia, namun saat ini ia memilih memiliki paspor Swiss.
Sementara itu, ayah Chow memiliki keturunan dari Togo dan Pantai Gading.
Meskipun Chow sendiri memiliki paspor Swiss dan tidak memiliki paspor Indonesia, ia bersedia untuk menjalani proses naturalisasi jika dibutuhkan oleh Indonesia dan asalkan prosesnya dapat diselesaikan dengan cepat.
Chow dengan tulus siap membela Indonesia dan berharap namanya akan masuk dalam daftar 30 nama yang dikirimkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).