Sudah jadi bahasan umum, salah satu kelemahan Timnas Indonesia adalah minimnya ujung tombak pendulang gol. Jelang helatan Piala Asia 2023, muncul satu nama pemain keturunan yakni Mauro Zijlstra.
Menilik rekam jejaknya yang banyak berkutat di tanah Belanda, Mauro Zijlstra berpotensi menjadi juru gedor handal bagi Timnas Indonesia. Pelatih Shin Tae-yong sendiri disebut sudah melirik sosok Mauro dengan harapan bisa menjadi solusi tumpulnya lini depan pasukan Garuda.
Berikut deretan fakta sosok Mauro Zijlstra:
Miliki Darah Indonesia
Menyitat laman Transfermarkt, Mauro lahir di Belanda pada 9 November 2004, artinya usianya baru 19 tahun. Meski lahir di Belanda, ia memiliki darah Indonesia dari garis sang ayah, di mana neneknya berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Pemain Serba Bisa
Dari sisi gaya bermain, Mauro disebut sebagai pemain serba bisa. Postur tubuhnya juga amat mendukung sebagai juru gedor, 1,87 cm. Menurut Transfermarkt, Mauro kerap diplot sebagai gelandang serang, namun ia juga piawai sebagai penyerang depan.
Gacor Menjebol Gawang Lawan
Semasa membela tim AFC Amsterdam U-18, Mauro justru tampil tajam kala ditempatkan di posisi gelandang serang. Di posisi itu ia sukses mencetak 18 gol dan 11 assist dari 20 laga yang dilakoninya pada musim 2021-2022.
Hal itu berbeda kala Mauro bermain di sektor penyerang depan. Di musim lalu bersama NEC Nijmegen U-21, ia hanya mencetak 3 gol dari 7 laga.
Karier terbaiknya sejauh ini didapat kala Mauro memperkuat tim AFC Amsterdam di musim 2021-2022. Dilihat dari data transfermarkt, ia sempat mencetak hattrick gol dan assist di laga Divisi 2 U-18 kontra NEC Nijmegen U-18.
Atas tiga gol dan tiga assistnya itu, Mauro dan AFC Amsterdam sukses memenangkan laga atas lawannya tersebut dengan skor akhir 7-5. Masih di musim yang sama, Mauro juga mencetak hattrick di laga Piala Belanda U-18 melawan RKVV Dem U-18.
Malang Melintang Di Sejumlah Klub Belanda
Mauro mengawali karier sebagai pesepakbola di akademi AZ Alkmaar. Setelah itu ia memilih hengkang ke tim akademi AFC Amsterdam di musim 2019-2020.
Di musim-musim berikutnya ia dipercaya untuk tampil di tim U-17 dan U-18 AFC Amsterdam. Kini dirinya bermain membela klub NEC Nijmegen U-21.
Berpeluang Bela Timnas Indonesia
Yang jadi keuntungan bagi Indonesia, sosok Mauro sampai saat ini belum pernah dipanggil Timnas Belanda. Hal itu tentu jadi peluang bagi PSSI untuk menaturalisasi sang pemain sebagai bagian dari Timnas Indonesia.