Pegiat media sosial Jhon Sitorus memberikan penjelasan mengapa memilih Ganjar Pranowo sebagai Presiden Republik Indonesia di Pemilu 2024 sama seperti memilih anak kandung. Menurutnya, bakal capres dari PDIP itu paling pantas menjadi nahkoda RI.
Melalui akun Twitter @Miduk17, Jhon Sitorus menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Tengah itu bukan berasal dari kalangan elit. Selain itu, sosok Ganjar juga bukan merupakan bagian dari orde baru (orba), sehingga cocok menjadi pemimpin Indonesia.
"Memilih Ganjar Pranowo adalah memilih anak kandung rakyat kembali jadi nahkoda RI. Karena Ganjar adalah kita, bukan anak elit, bukan bagian dari perongrong Pancasila, bukan bagian dari orba," tulis Jhon Sitorus dalam cuitannya, Minggu (16/7/2023).
Tak sampai di situ, Jhon Sitorus juga menyebut jika masyarakat memilih Ganjar sebagai capres di Pilpres 2024, maka itu akan tetap menjaga asa bahwa masyarakat dari kalangan manapun juga bisa menjadi presiden kelak.
"Jika Ganjar jadi presiden, maka anak cucu kita juga bisa jadi presiden. #TerusMajuBersamaGanjar," pungkas Jhon Sitorus.
Cuitan Jhon Sitorus yang menjelaskan alasan mengapa rakyat harus memilih Ganjar langsung menuai atensi publik. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya telah dibaca 10 ribu kali daan mendapatkan ratusan tanda suka.
Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat mereka. Mulai dari setuju, serta banyak juga yang justru balik mengkritik Jhon Sitorus maupun Ganjar.
"Ganjar adalah kita, kita adalah Ganjar," dukung warganet.
"Ganjar anak kandung rakyat? Kata-kata ente sok paling iye aje Duk. bawaannya jadi lucu. Seperti lagi kampanye ke orang-orang kampung yang gak ngerti apa-apa. Dan memang sasaran kalian kan para pemilih yang berpengetahuan rendah untuk dibodohi," sindir warganet.
Baca Juga: 5 Talenta Abroad Kembali Mendapat Kepercayaan, Siapa yang Paling Mengkilat?
"Lagian ngaku anak pribumi tapi malah mendukung konglomerat dan menindas rakyat sendiri, kasus Wadas buktinya. Pribumi macam apa namanya itu?" tanya warganet.
"Yang pasti sudah kapok dengan petugas partai," aku warganet.
"Petugas partai nanya kinerja petugas partai. Kalau memang berhasil, kenapa Jawa Tengah masuk 17 propinsi miskin?" tambah yang lain.
"Ganjar adalah kita, kita adalah pendukung Anies," celetuk warganet.
"Semua bisa jadi presiden asalkan jelas WNI pinter, rekam jejaknya baik. Dan paling cocok saat ini adalah Pak Anies," timpal lainnya.