- Imsak menandai waktu peringatan awal 10 hingga 15 menit sebelum Subuh.
- Secara syariat, batas puasa dimulai saat fajar shadiq atau azan Subuh; makan diperbolehkan saat imsak selama azan belum terdengar.
- Jeda waktu imsak ditetapkan berdasarkan perhitungan ulama setara durasi membaca 50 ayat sebagai kehati-hatian sebelum salat Subuh.
Suara.com - Waktu imsak yang menandakan batas akhir untuk sahur seringkali membuat umat Muslim kebingungan, itu berarti mereka harus berhenti makan dan minum segera atau tidak.
Apalagi, umat Muslim yang mungkin tak sengaja bangun terlambat sehingga terpaksa sahur ketika mendekati waktu imsak.
Secara bahasa, imsak berasal dari kata Arab yang berarti "menahan". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imsak adalah saat dimulainya pantangan makan dan minum bagi orang yang berpuasa.
Namun, dalam tradisi fiqih di Indonesia, imsak berfungsi sebagai waktu peringatan untuk umat Muslim menjalankan ibadah puasa.
Biasanya, waktu imsak ditetapkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum azan Subuh berkumandang.
Tujuannya adalah sebagai bentuk kehati-hatian (ikhtiyat) agar umat Muslim punya jeda waktu untuk bersiap-siap, seperti menggosok gigi atau berwudu, sebelum fajar benar-benar tiba.
![Ilustrasi keluarga sedang sahur [freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/19/82569-ilustrasi-keluarga-sedang-sahur.jpg)
Hukum Masih Boleh Makan dan Minum Saat Imsak
Secara syariat, batas dimulainya puasa adalah terbitnya fajar shadiq atau saat azan Subuh berkumandang, bukan saat waktu imsak.
Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi:
Baca Juga: Tidak Sahur Apakah Boleh Puasa? Ini Hukumnya
“...Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar...”
Jadi, jika Anda terbangun mepet dan waktu sudah menunjukkan imsak, Anda masih diperbolehkan menghabiskan makanan atau sekadar minum air putih selama azan Subuh belum terdengar.
Penetapan waktu imsak 10-15 menit sebelum Subuh ini bukan tanpa alasan. Hal ini merujuk pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim, di mana Zaid bin Tsabit menceritakan pengalamannya sahur bersama Nabi Muhammad SAW.
Saat ditanya berapa jarak antara selesai sahur Nabi dengan waktu shalat (Subuh), Zaid menjawab, "Sekitar bacaan 50 ayat."
Para ulama, termasuk Mufti Mesir Syekh Hasanain Makhluf, memperkirakan durasi membaca 50 ayat tersebut kurang lebih sekitar 10 menit. Inilah yang menjadi dasar adanya jeda waktu imsak di Indonesia.
Meski secara hukum masih diperbolehkan makan, para ulama menyarankan agar kita segera menyudahi aktivitas sahur saat imsak tiba untuk alasan berikut ini:
- Menghindari Keraguan: Menghentikan makan saat imsak membantu kita terhindar dari risiko kebablasan makan saat azan Subuh sudah mulai berkumandang.
- Persiapan Ibadah: Jeda 10 menit bisa digunakan untuk membersihkan sisa makanan di mulut, bersiwak, dan bersiap menuju masjid.
- Hukum Makan Saat Azan: Jika Anda nekat makan tepat saat azan Subuh berkumandang, maka makanan tersebut harus segera dikeluarkan atau dihentikan. Jika tetap ditelan dengan sengaja, maka puasa Anda berisiko batal.