Pegiat media sosial Dokter Tifa mengomentari kecelakaan kereta api Brantas yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (18/7/2023). Alih-alih bersimpati, ia justru menyebut tabrakan KA Brantas dengan truk trailer merupakan tanda dari alam bahwa orang dari Semarang tidak diridhoi Allah jadi Presiden Republik Indonesia.
Melalui akun Twitternya @DokterTifa, ia mengingatkan bahwa orang Jawa harus pandai membaca Sasmita. Pasalnya, ia menilai kecelakaan kereta api yang terjadi di Semarang sungguh di luar nalar. Apalagi kejadian itu terjadi tepat pada Malam 1 Suro.
"Orang Jawa harus pandai membaca Sasmita. Peristiwa tabrakan kereta api yang sangat aneh dan di luar nalar ini terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Terjadi di Malam 1 Suro. Malam paling wingit bagi orang Jawa," tulis Dokter Tifa pada Rabu (19/7/2023).
Dokter Tifa melanjutkan, kecelakaan KA Brantas itu merupakan pertanda dari alam bahwa sosok yang saat ini di Semarang tidak diridhoi untuk menjadi presiden pada 2024 mendatang.
Tak sampai di situ, Dokter Tifa bahkan mengingatkan sosok yang berada di Semarang itu untuk tidak nekat maju sebagai capres. Ia menilai jika tetap nekat, maka bukan tidak mungkin akan terjadi peristiwa yang lebih dahsyat lagi.
"Artinya, alam memberi tahu orang yang saat ini di Semarang, tidak diridhai Allah jadi Presiden. Sebaiknya jangan nekat. Jangan sampai, alam harus memperingatkan lagi dengan cara lebih dahsyat," tambah Dokter Tifa.
Dalam cuitannya, Dokter Tifa juga turut menuliskan sepenggal lirik lagu Caping Gunung. Lagu itu memiliki makna kritikan warga desa kepada pemimpin yang hanya mengobral janji.
"Dek jaman berjuang. Njur kelingan anak lanang. Mbiyen tak openi. Ning saiki ono ngendi. Jarene wis menang. Keturunan sing digadhang. Mbiyen ninggal janji. Ning saiki opo lali," tulis Dokter Tifa.
"Ini sepenggal lagu caping gunung, lagu mistis sebetulnya. Kritik masyarakat desa terhadap pemimpinnya, yang obral janji ketika minta dipilih, lalu lari dari janji ketika sudah naik tahta," sambungnya.
Baca Juga: Dampingi Ganjar Olahraga di Bogor Akhir Pekan Nanti, Gibran Ogah Disebut Sebagai Juru Kampanye
Terakhir, Dokter Tifa mengingatkan calon pemimpin Indonesia untuk tidak membuat rakyatnya kecewa. Ini karena menurutnya, doa rakyat yang kecewa sudah pasti akan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
"Jangan sampai bikin rakyat kecewa. Malam 1 Suro malam tirakat. Doa rakyat yang nestapa ditinggal janji, diijabah Allah," pungkas Dokter Tifa.