Anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, Sudirman Said, mengingatkan agar Pemilu 2024 mendatang tak lagi mengusung persaingan kotor lantaran biayanya yang tidak murah.
Pengusung bakal calon presiden Anies Baswedan ini meminta agar perpecahan yang pernah terjadi di Pilpres 2019 tidak terulang lagi.
Mantan Menteri ESDM ini menekankan bahwa biaya pemilu ini mahal, sehingga tidak sepantasnya membawa perpecahan di masyarakat.
"Pemilu ini mahal, puluhan triliun biayanya, karena itu sayang kalau Pemilu tidak menghasilkan pembaharuan dan perbaikan," kata Sudirman Said dikutip dari Youtube CNBC Indonesia, Kamis (27/7/2023).
Menurut Sudirman Said, lebih baik Pemilu 2024 diisi adu gagasan dan meninggalkan perdebatan cebong-kampret yang sempat memecah belah bangsa.
"Saya punya harapan besar dan optimisme Pemilu 2023 akan lebih sehat, lebih kondusif, lebih berkualitas karena diharapkan seluruh peserta berlomba menampilkan gagasan. Cebong-kampret karus dilupakan!" tegas Sudirman Said.
Seperti diketahui, istilah cebong dan kampret menjadi label tersendiri bagi para pendukung capres di Pilpres 2024. Kala itu, dua capres yang bertanding adalah Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Istilah cebong atau kecebong kerap diasosiasikan dengan pendukung calon presiden Joko Widodo.
Sementara itu, istilah kampret kemudian muncul dan diidentikkan dengan pendukung Prabowo Subianto sebagai bentuk balasan.
Baca Juga: Jokowi Sudah Tentukan Bakal Mendukung Salah Satu Capres di Pilpres 2024