Bukan Rocky Gerung namanya kalau tidak hadir dengan kontroversi. Saat ini, ia kembali menjadi perbincangan warganet usai video dirinya menyebut Jokowi sebagai 'Baj*ng*n T*l*l' viral di media sosial. Hal itu dinilai melewati batas oleh salah seorang pegiat media.
Salah satu pegiat media Denny Siregar menanggapi hal tersebut. Menurutnya, kritikan Rocky Gerung kali ini offside. Hal itu dinilai merupakan penghinaan terhadap presiden.
"Rocky Gerung kali ini sangat offside, ini penghinaan terhadap presiden," tulis Denny Siregar melalui akun twitter pribadinya @Dennysiregar, (30/7).
Diketahui, dalam video tersebut yang beredar di Twitter, Rocky menjadi pembicara dalam satu acara organisasi buruh. Pada kesempatan itu, Rocky mengatakan, begitu Jokowi lengser dia akan jadi rakyat biasa.
"Begitu Jokowi kehilangan kekuasaanya dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti," kata Rocky.
Tapi, kata dia, ambisi Jokowi adalah mempertahankan delegasinya. Dia sampai pergi ke China untuk menawarkan IKN.
"Tapi ambisi jokowi adalah mempertahankan delegasinya, dia masih pergi ke China, buat nawarin IKN, dia masih mondar mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya," lanjutnya.
Dengan menggebu-gebu, Rocky menyebut Jokowi hanya memikirkan nasib sendiri dan tidak memikirkan nasib rakyat. Bahkan dengan sarkas, Rocky melontarkan kalimat kritikannya.
"Dia memikirkan nasibnya sendiri, dia nggak mikirin nasib kita, itu bajingan yang tolol," imbuhnya.
Baca Juga: Kesabaran Sudah Habis, Relawan Laporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Usai Hina Jokowi
"Kalau dia bajingan pintar, dia mau berdebat dengan Jumhur Hidayat (aktivis), tapi bajingan tolol itu sekaligus bajingan yang pengecut, ajaib bajingan tapi pengecut nih, jadi teman-teman kita harus lantangkan ini," lanjutnya.