Ketahui Perbedaan Antara Supermoon dan Bulan Purnama

Deli

Rabu, 02 Agustus 2023 | 13:22 WIB
Ketahui Perbedaan Antara Supermoon dan Bulan Purnama
Ilustrasi Bulan (Pixabay)

Apakah Supermoon berbeda dengan Bulan Purnama? Tentu saja kedua fenomena alam ini berbeda. Ketahui apa perbedaan antara Supermoon dan Bulan Purnama tersebut.

Fenomena Bulan merupakan salah satu keindahan langit yang selalu menarik perhatian manusia sejak zaman kuno.

Dua istilah yang sering digunakan dalam kaitannya dengan Bulan adalah "supermoon" dan "bulan purnama".

Namun, adakah perbedaan antara keduanya? Mari kita jelaskan perbedaan antara supermoon dan bulan purnama.

Bulan Purnama (Full Moon)

Bulan purnama adalah fase Bulan ketika seluruh permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi terlihat sepenuhnya diterangi oleh sinar Matahari.

Saat ini, Bulan berada pada posisi yang berlawanan dengan Matahari di langit, sehingga sinar Matahari mengenai permukaan Bulan dengan sempurna, menyebabkan Bulan terlihat terang dan bulat penuh.

Bulan purnama adalah salah satu fase Bulan yang paling mudah dikenali, dan kejadian ini terjadi sekali dalam setiap siklus bulan, yaitu sekitar 29,5 hari.

Supermoon

baca juga

Supermoon adalah istilah yang digunakan ketika Bulan purnama terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi dalam orbitnya, yang disebut "perigee".

Karena orbit Bulan berbentuk elips, jarak antara Bulan dan Bumi dapat bervariasi. Ketika Bulan berada di perigee, jaraknya menjadi lebih dekat dari biasanya, dan akibatnya, Bulan tampak lebih besar dan lebih terang.

Fenomena Supermoon biasanya terlihat sekitar 7% hingga 14% lebih besar dari ukuran Bulan purnama biasa.

Perbedaan antara Supermoon dan Bulan Purnama

Perbedaan utama antara supermoon dan bulan purnama adalah pada ukuran dan kecerahan Bulan yang terlihat di langit:

  • Bulan Purnama: Bulan purnama adalah fase Bulan ketika seluruh permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi terlihat sepenuhnya terang. Ukuran Bulan purnama ini tetap konstan dari satu bulan purnama ke bulan purnama berikutnya.
  • Supermoon: Supermoon adalah istilah populer yang digunakan ketika Bulan purnama terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya karena berada pada titik terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. Supermoon biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun.

Walaupun istilah "supermoon" populer di kalangan masyarakat, perbedaan ukuran dan kecerahan Bulan antara supermoon dan bulan purnama biasa tidak terlalu mencolok bagi mata manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suhu Bandung Tembus 17 Derajat Celsius, Ada Fenomena Apa?

Suhu Bandung Tembus 17 Derajat Celsius, Ada Fenomena Apa?

Deli | Kamis, 20 Juli 2023 | 15:24 WIB

Berapa Lama Perjalanan dari Bumi ke Bulan?

Berapa Lama Perjalanan dari Bumi ke Bulan?

Deli | Selasa, 18 Juli 2023 | 17:36 WIB

Terkini

Robek Gawang Swedia, Kylian Mbappe Cetak Rekor Lewati Ronaldo

Robek Gawang Swedia, Kylian Mbappe Cetak Rekor Lewati Ronaldo

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 04:56 WIB

Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?

Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 04:35 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C

Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 04:17 WIB

Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar

Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 04:09 WIB

Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh

Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:51 WIB

Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador

Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:43 WIB

Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren

Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:35 WIB

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:18 WIB

Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:09 WIB

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:55 WIB

×