Jokowi Harus Tebal Kuping? Dokter Tifa Curhat Tiap Hari Dicaki Maki Cebong: Kuping Saya Sih Imut

Deli Suara.Com
Kamis, 03 Agustus 2023 | 15:28 WIB
Jokowi Harus Tebal Kuping? Dokter Tifa Curhat Tiap Hari Dicaki Maki Cebong: Kuping Saya Sih Imut
Dokter Tifa ([YouTube/Refly Harun])

Pegiat media sosial Dokter Tifa curhat mengenai pengalamannya setiap hari dicaci maki oleh cebong. Hal ini dikatakannya saat mengomentari kontroversi Rocky Gerung yang dinilai menghina Presiden Jokowi.

Melalui akun Twitternya @Dokter_Tifa, Dokter Tifa menilai bahwa kata 'bajingan' yang disebutkan Rocky Gerung bukanlah merupakan hinaan, melainkan makian. Karena itu, ia menilai pejabat negara, seperti Presiden Jokowi, tentu harus 'tebal kuping' dalam menghadapi beragam makian yang datang.

Tak asal bicara, Dokter Tifa berkaca pada pengalaman pribadi. Ia mengaku setiap hari mendapatkan caci maki dari cebong. Adapun makian yang dilontarkan padanya beragam dan merupakan kata-kata kasar.

"Pejabat atau pesohor atau siapapun lah, harus tebal kuping, jangan tipis kupingnya," pesan Dokter Tifa dalam cuitannya di Twitter pada Kamis (3/8/2023).

"Biasa saja dimaki, kayak saya tiap hari cebong maki maki: ODGJ, lonte, taek, asyu, kirik. Anda bisa baca tuh berhamburan di komen-komen kalau saya nyenggol majikannya," sambungnya.

Meski mendapatkan hujan makian, namun Dokter Tifa mengaku dirinya tidak terpancing. Ia lebih memilih cuek dengan caci maki yang dilontarkan para cebong.

"Cuma saya tahan dimaki cebong, bukan karena kuping saya tebel. tapi karena kan cebong itu menggonggong, bukan ngomong. Kuping saya sih imut," tandas Dokter Tifa.

Sebelumnya, Dokter Tifa juga menjelaskan perbedaan hinaan dan makian dalam konteks 'bajingan tolol' yang dilontarkan Rocky Gerung.

"Bajingan itu artinya orang yang dimaki adalah orang jahat, penipu, kejam, pembohong, biadab dan amoral. Wis ta (sudah ta) pokoknya orang paling ngga nggenah (tidak jelas) di muka bumi, bagi orang yang memaki," jelasnya.

Baca Juga: Kini Jadi Tersangka, Panji Gumilang Tetap Jemawa Soal Ponpes Al Zaytun: Siapa yang Berani Menutup?

"Bedakan antara makian dan hinaan ya. Makian dalam bahasa Jawa itu misuh. Kalau hinaan ngga ada bahasa Jawanya. Sebab, orang Jawa kalau menghina orang  pakai bahasa tubuh. kalau pakai verbal, biasanya kiasan, atau menyebut dengan kata-kata merendahkan," tutur Dokter Tifa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI