Calon presiden Ekuador, Fernando Villavicencio tewas setelah ditembak di kepala saat berkampanye di Quito, Rabu (9/8/2023). Kejadian mengerikan itu sempat terekam kamera dan videonya tersebar luas di media sosial.
Dari video berdurasi 14 detik, tampak Villavicencio ke luar dari sebuah tempat yang dijadikan sebagai sarana dirinya berkampanye. Ia dikawal oleh beberapa orang untuk berjalan ke mobilnya.
Tampak seorang pria bertubuh tegap mengawal ketat Villavicencio sampai masuk ke dalam mobil. Tak disangka ketika dirinya sudah masuk ke dalam mobil, suara tembakan langsung terdengar dan membuyarkan suasana.
Ternyata, tembakan itu disasarkan tepat di kepala Villavicencio. Ia meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Villavicencio pun terluka dan dibawa ke pusat medis terdekat, sebelum akhirnya meninggal dunia.
![Detik-detik capres Ekuador, Fernando Villavicencio ditembak di kepala saat berkampanye di Quito, Rabu (9/8/2023). [X.com]](https://media.suara.com/suara-partners/deli/thumbs/1200x675/2023/08/10/1-screenshot-139.png)
Melansir AFP, Presiden Ekuador, Guillermo Lasso, langsung mengumumkan status darurat setelah adanya kejadian tersebut. Status darurat tersebut dilaksanakan mulai Kamis (10/8/2023) hingga 60 hari ke depan.
Meski ada status darurat, Lasso memastikan pemilihan umum pada 20 Agustus akan tetap berjalan.
"Angkatan Bersenjata saat ini dikerahkan ke seluruh wilayah negara untuk menjamin keamanan warga negara, ketentraman negara, dan pemilihan umum 20 Agustus yang bebas dan demokratis," tutur Lasso.
Baca Juga: Pelatih RANS Nusantara FC Bangga Abdul Rahman Dipanggil ke Timnas Indonesia U-23