Politikus dari PDIP, Budiman Sudjatmiko, mengumumkan dukungannya kepada calon presiden (capres) sekaligus Ketua Umum Partau Gerindra, Prabowo Subianto pada Jumat (18/8/2023) di Semarang.
Budiman memastikan dukungannya kepada Prabowo murni sebagai individu, dan bukan mewakili partainya yang telah mendukung Ganjar Pranowo. Prabowo sendiri menyambut positif dukungan dari Budiman.
Mengenai itu, menarik melihat riwayat dan jejak politik Budiman Sudjatmiko di masa lalu.
Profil Budiman Sudjatmiko
Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 10 Maret 1970, Budiman Sudjatmiko saat ini berumur 53 tahun. Sosoknya menjadi anggota legislatif periode 2009-2014 yang berasal dari Partai PDI Perjuangan (PDIP).
Sejak remaja, Budiman telah aktif dalam berbagai forum diskusi dan organisasi. Saat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, sosoknya juga dikenal aktif dalam gerakan aktivisme mahasiswa.
Budiman juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya petani dan buruh. Di tahun 1996, ia mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD).
Namun, partai itu membuat Budiman ditangkap di era Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Dia dituduh ikut bertanggung jawab atas peristiwa Sabtu Kelabu. Alhasil, Budiman dijebloskan ke penjara dan dijatuhi vonis 13 tahun penjara.
Beruntung usai jatuhnya rezim Orde Baru pada tahun 1998 dan dimulainya Era Reformasi, Budiman akhinya dibebaskan. Selanjutnya, ia melanjutkan studinya di Inggris. Di sana ia mengejar gelar Ilmu Politik di Universitas London dan Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge.
Baca Juga: Gempi dan Rafathar Pakai Baju Couple Saat Lomba 17 Agustus, Netizen Takut Jadi Jodoh Beneran
Setelah kembali ke Indonesia, Budiman bergabung dengan PDIP pada akhir 2004 dan mendirikan organisasi REPDEM (Relawan Perjuangan Demokrasi) yang dianggap sebagai sayap dari PDIP.
Karier politik Budiman semakin cemerlang ketika terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah VIII yang mencakup Kabupaten Banyumas dan Cilacap. Sosoknya bahkan kembali terpilih untuk periode berikutnya.
Budiman juga dikenal di kancah internasional, terutama sebagai bagian dari komite sosial-demokrasi Asia. Di Indonesia, ia terlibat dalam Organisasi Parade Nusantara yang fokus pada pemberdayaan kepala dan aparat desa di seluruh negeri, di mana ia menjabat sebagai Pembina Utama di Dewan Pimpinan Nasional.
Selain itu, Budiman berkontribusi dalam penyusunan Undang-Undang Desa dan memprakarsai gerakan Inovator 4.0 Indonesia. Sejak tahun 2021, ia menjabat sebagai komisaris independen di PTPN V, sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang bergerak di bidang perkebunan.