Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong mengincar kemenangan atas Timor Leste usai kalah dari Malaysia dalam laga grub B Piala AFF U-23 2023.
Dengan kemenangan dari Timor Leste, membuka peluang menuju babak semifinal di Piala AFF U-23 2023.
Shin Tae-yong telah meminta Bagas Kaffa serta rekan-rekannya untuk fokus menghadapi pertandingan berikutnya melawan Timor Leste.
Pertandingan melawan Timor Leste dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 Agustus 2023, malam hari.
Timnas Indonesia U-23 diwajibkan untuk meraih kemenangan yang besar agar harapan lolos ke babak selanjutnya tetap terbuka.
"Kami akan terus bekerja keras dalam pertandingan berikutnya dan melanjutkan perjalanan kami," kata Shin Tae-yong setelah pertandingan selesai seperti yang dikutip dari TheThao 247.
Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia U-23 berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Ramadhan Sananta pada menit ke-28.
Namun, Malaysia mampu memberikan balasan dengan dua gol dari Fiergus Tierney.
Salah satunya adalah gol Timnas Malaysia U-23 ini dari Tierney yang tercipta pada menit ke-54 melalui titik penalti.
Shin Tae-yong berpendapat bahwa penalti tersebut tidak seharusnya diberikan.
Pelatih yang berasal dari Korea Selatan ini merasa bahwa wasit Hiroki Kasahara telah membuat keputusan yang salah.
Keputusan tersebut menyebabkan mental pemain tim Merah Putih menjadi goyah karena gol lawan terjadi melalui titik penalti.
Timnas Indonesia U-23 akhirnya harus mengakui keunggulan Timnas Malaysia U-23 dengan skor 1-2 pada pertandingan Grup Piala AFF U-23 yang berlangsung di Stadion Rayong Provincial, Rayong, Thailand pada hari Jumat.
Pada pertandingan ini, Indonesia berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Ramadhan Sananta, namun Malaysia mampu bangkit berkat dua gol dari Fergus Tierney, seperti yang tercatat dalam catatan resmi AFF.
Hasil ini menjadikan Indonesia berada di posisi terbawah dalam klasemen sementara Grup B Piala AFF U-23 Championship tanpa meraih poin, sementara Malaysia menduduki peringkat pertama dengan tiga poin.
Meskipun secara keseluruhan Indonesia mendominasi jalannya pertandingan dengan menguasai 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 13 tembakan.
Dua di antaranya tepat sasaran, namun Malaysia U-23 mampu memanfaatkan peluangnya secara efektif.
Di babak pertama, Indonesia mengambil inisiatif menyerang lebih dulu, sementara Malaysia bermain dengan taktik menunggu dan memanfaatkan serangan balik.
Indonesia memiliki peluang emas pertama melalui tendangan Frengky Missa yang masih dapat ditepis oleh kiper Malaysia U-23, Muhammad Rahadiazli.
Di bawah bimbingan Shin Tae-yong, tim berhasil membuka kebuntuan dengan gol yang dicetak oleh Ramadhan Sananta setelah berhasil melewati bek Malaysia, mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke-29.
Timnas Indonesia U-23 memiliki peluang emas melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Beckham Putra, tetapi bola masih berhasil dihalau oleh kiper Malaysia. Skor 1-0 tetap bertahan hingga akhir babak pertama.
Pada babak kedua, Malaysia memiliki peluang emas untuk menyamakan skor setelah mendapatkan hadiah penalti karena Kadek Arel melanggar Fergus Tierney di dalam kotak penalti.
Tierney yang menjadi algojo penalti berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga tendangannya tak bisa dijangkau oleh kiper Indonesia, Ernando Ari, dan skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-54.
Malaysia berhasil membalikkan keadaan pada menit ke-62 ketika Tierney mencetak gol keduanya pada pertandingan ini setelah sukses memanfaatkan situasi kacau di depan gawang Indonesia, mengubah skor menjadi 2-1.
Timnas Indonesia U-23 masih memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan keras dari Alfeandra Dewangga, tetapi sayangnya bola melambung di atas mistar gawang Malaysia.
Hingga akhir babak kedua, Timnas Indonesia U-23 terus menekan pertahanan Malaysia U-23, tetapi skor 2-1 untuk kemenangan Malaysia U-23 tetap tidak berubah.