PSSI ingatkan buntut kericuan PSIS Semarang kontra Persib Bandung bisa berbuntut panjang. Mengingat FIFA kini berkantor di Indonesia.
FIFA bisa melihat semua kejadian sepak bola Indonesia dari dekat. Hal itu dikatakan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga.
Arya Sinulingga menyebutkan kalau FIFA memantau ricuh dalam laga PSIS vs Persib tersebut.
Sebab menurutnya, FIFA saat ini sudah berkantor di Indonesia.
Arya tidak ingin hal-hal diinginkan terjadi seperti sanksi FIFA. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
“Ini berat untuk semua dan tim. Kita harus ingat FIFA sudah ada di Indonesia dan melihat semua kejadian," kata Arya Sinulingga dalam pernyataan resminya yang diterima awak media, Senin (21/8/2023).
Kericuhan pertama terjadi ketika Adi Satryo, penjaga gawang PSIS, kebobolan pada menit ke-23.
Insiden ini melibatkan sejumlah suporter Persib Bandung yang berada di Tribun Timur sektor utara bagian bawah dan suporter PSIS yang berada di atasnya.
Mereka terlibat dalam keributan yang melibatkan pelemparan botol mineral dan serbuk tepung.
Baca Juga: Apa Manfaatnya Mematikan Lampu saat Tidur? Yuk Simak!
Meski kejadian ini berhasil diredam, keributan kembali meletus setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Persib.
Kali ini, insiden terjadi di Tribun Barat sektor selatan.
Suporter Persib, yang dikenal dengan sebutan "Bobotoh", menjadi target dari suporter PSIS yang marah. Aksi tersebut bahkan mengakibatkan beberapa suporter Persib terjatuh dari tribun.