Hujan Buatan Jakarta untuk Atasi Polusi Udara, Teknik Apa yang Digunakan?

Deli

Senin, 28 Agustus 2023 | 16:13 WIB
Hujan Buatan Jakarta untuk Atasi Polusi Udara, Teknik Apa yang Digunakan?
Ilustrasi hujan (Pixabay)

Hujan buatan Jakarta sedang ramai jadi sorotan warga Jabodetabek. Apakah teknologi atau teknik yang digunakan untuk membuat hujan buatan tersebut jatuh, apa juga tujuan dilakukan?

Seperti dikutip dari Suara.com, warga Jabodetabek tiba-tiba disuguhkan hujan yang terasa segar, hal ini ternyata merupakan upaya untuk mengatasi polusi udara

Belakangan diketahui bahwa hujan tersebut terjadi berkat teknologi modifikasi cuaca (TMC), lalu apa sebenarnya TMC ini? Apa yang dilakukan dalam hujan buatan Jakarta ini?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengkonfirmasi bahwa hujan yang turun di wilayah Bogor, Depok, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan pada Minggu, 27 Agustus 2023, merupakan hasil dari modifikasi cuaca.

Menurut penjelasan BMKG, langkah ini diambil untuk mengatasi permasalahan polusi udara. Upaya ini melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam upaya penanganan bencana kekeringan di kawasan Jabodetabek.

"Hujan turun karena penerapan teknologi modifikasi cuaca yang masih dilakukan. Rencananya, (modifikasi cuaca) sampai 2 September 2023,"  ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati kepada wartawan.

Proses modifikasi cuaca dimulai pada tanggal 24 Agustus 2023, menggunakan pesawat CASA 212 milik TNI AU dengan nomor registrasi A-2114.

Teknik hujan buatan Jakarta ini melibatkan penyemaian natrium klorida (NaCl) atau garam dan kapur tohor aktif (CaO) ke dalam awan.

Apa Arti Modifikasi Cuaca?

baca juga

Mengacu pada informasi yang diambil dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin, 28 Agustus 2023, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) merupakan salah satu cara di mana manusia berupaya memodifikasi kondisi cuaca sesuai dengan keinginan tertentu.

Tujuan utama modifikasi cuaca umumnya adalah untuk meningkatkan intensitas curah hujan di suatu wilayah, yang sering disebut sebagai "rain enhancement," namun juga dapat digunakan untuk tujuan sebaliknya, yaitu mengurangi hujan (rain reduction).

Di tengah perubahan iklim global yang berdampak pada perubahan kondisi cuaca, TMC muncul sebagai solusi yang dapat membantu mengurangi dampak bencana yang diakibatkan oleh faktor iklim dan cuaca.

Cara Kerja Modifikasi Cuaca

Biasanya, bahan semai seperti NaCl diterbangkan ke dalam awan dengan menggunakan pesawat, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah mengembangkan metode pengiriman bahan semai dari darat ke dalam awan. Salah satu metode ini menggunakan alat bernama Ground Based Generator (GBG) dan Pohon Flare untuk sistem statis.

Baik GBG maupun Pohon Flare bekerja dengan prinsip yang sama, yaitu mengirimkan bahan semai ke dalam awan, dengan fokus pada awan orografik dan awan yang tumbuh di sekitar pegunungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WASPADA! BMKG Sebut Salju Abadi Puncak Jaya Mencair, Perubahan Iklim Mengkhawatirkan

WASPADA! BMKG Sebut Salju Abadi Puncak Jaya Mencair, Perubahan Iklim Mengkhawatirkan

Deli | Rabu, 23 Agustus 2023 | 12:14 WIB

Apa Itu Hujan Meteor Perseid, Fenomena Keajaiban Langit yang Memukau

Apa Itu Hujan Meteor Perseid, Fenomena Keajaiban Langit yang Memukau

Deli | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 11:25 WIB

3 Cara Cek Informasi Gempa Terkini BMKG, Update Cepat

3 Cara Cek Informasi Gempa Terkini BMKG, Update Cepat

Deli | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 16:19 WIB

Cara Cek Informasi Gempa Terkini BMKG

Cara Cek Informasi Gempa Terkini BMKG

Deli | Kamis, 06 Juli 2023 | 17:41 WIB

Terkini

Pemprov Sulteng Tegaskan Aturan Beasiswa Ganda: Pilih Satu atau Dana Harus Dikembalikan

Pemprov Sulteng Tegaskan Aturan Beasiswa Ganda: Pilih Satu atau Dana Harus Dikembalikan

Sulsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:06 WIB

Akankah Mitsubishi Lancer Evo Kembali Mengaspal? Ini Kata sang Bos Baru

Akankah Mitsubishi Lancer Evo Kembali Mengaspal? Ini Kata sang Bos Baru

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB

Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:02 WIB

Review Never Change!: Komedi Absurd yang Kacau, Gila, dan Sulit Dijelaskan

Review Never Change!: Komedi Absurd yang Kacau, Gila, dan Sulit Dijelaskan

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:00 WIB

Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI

Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:57 WIB

Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya

Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:57 WIB

Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun

Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun

Bali | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:56 WIB

Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026

Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:54 WIB

Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud

Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:50 WIB