Nama Irwansyah alias I memegang posisi penting di balik layar rumah produksi yang membuat film porno di Jakarta Selatan (Jaksel). Tercatat sudah ada 120 film yang dibuat oleh rumah produksi tersebut.
Menariknya, Irwansyah yang berperan sebagai sutradara pembuatan film porno tersebut tidak memiliki latar belakang keahlian tersebut. Bahkan fakta baru diungkap polisi, jika Irwansyah berlatar belakang sebagai tukang urut hinga pemulung.
Menurut Kasubdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kompol Ardian Satrio Utomo, Irwansyah mempelajari proses produksi film porno secara otodidak.
"Dia awalnya dari tukang urut, dia belajar otodidak terus akhirnya dia jadi YouTuber, konten kreator, terus jadi sutradara," katanya mengutip Suara.com pada Kamis (14/9/2023).
Irwansyah menggeluti pekerjaan sebagai tukang urut selama 13 tahun sejak tahun 1990 hingga 2003.
Tak sampai di situ, Irwansyah kemudian menjadi pemulung sampah kertas dan menjadi pengepul di tahun 2006 sampai 2009.
Pada tahun 2009, Irwansyah mulai merambah ke dunia entertainment. Ia membuka agensi dan kelas akting pada tahun 2019 hingga 2020.
"Saat ini tersangka bekerja di webstreaming menjabat sebagai pemilik sejak 2022 dengan tugas dan tanggung jawab sehari-hari yaitu membuat film, sutradara, penulis, promosi, editing, akuisisi, pendanaan," jelas Adrian.
Tersangka juga mengaku memperoleh ide membuat film porno karena pengalaman atau kebiasaannya menonton film dewasa.
"Dari pengalaman nonton film, nonton film gitulah," beber Adrian.
Dalam membuat film porno, Irwansyah membuat tim produksi yang beranggotakan empat orang dan kini ditetapkan menjadi tersangka, yakni JAAS, AIS, AT dan ET.
Hasilnya ada 120 judul film yang berhasil mereka produksi. Salah satunya yang dikenal di warga dunia maya berjudul Kramat Tunggak. Dalam film tersebut, Siskaeee dan Virly Virginia beradu peran.
Selain Siskaeee dan Virly Virginia, ada artis perempuan lain yang diduga kerap dipakai oleh rumah produksi film dewasa ini.
Beberapa di antaranya berinisial CN, SE, E, BLI, M, MGP, S, J, ZS dan AB. Sedangkan artis pria yang kerap dipakai di antaranya berinisial BP, P, UR, AG, dan RA.
Mereka yang beradu peran di film rumah produksi tersebut mendapat bayaran berkisar Rp 10 juta hingga Rp15 juta per judul film.