"Kedatangan Sananta menurut saya sangat membantu," ucap Rachmat Irianto di laman resmi PSSI.
"Karena kemarin kita kehilangan sosok striker, saya dan rekan-rekan yang lain tentu akan mendukungnya." lanjutnya.
Apa yang disampaikan Rachmat Irianto tersebut bukan bermaksud untuk mengecilkan peran Titan Agung dalam Timnas Indonesia U-24.
Namun realitanya statistik Titan Agung tidaklah memuaskan. Ia menjadi starter dalam skema 4-3-3 diapit Ramai Rumakiek dan Egy Maulana Vikri.
Menghadapi Kirgistan dan Taiwan yang tergolong lemah, ia hanya dimainkan pada 45 menit pertama dan selalu diganti saat turun minum.
Pada laga ketiga melawan juara grup Korea Utara, Indra Sjafri memutuskan timnya lebih baik bermain tanpa Titan.
Ramai Rumakiek dan Egy Maulana Vikri bermain sebagai duet dalam formasi 3-5-2, tetapi tetap tak banyak menawarkan perubahan.
Dengan hadirnya Ramadhan Sananta, Indra Sjafri kini punya opsi striker lain yang diharapkan bisa menjadi pendobrak barisan bek Uzbekistan.
"Hari ini kita sudah menyiapkan game plan dari hasil laporan tim analis tentang kualitas pemain dari Uzbekistan," kata Indra Sjafri.
Baca Juga: Nasib Pratama Arhan Belum Jelas, Ada Potensi Dilepas Gratis Tokyo Verdy ke Liga 1 Indonesia
Kita nantikan apakah Ramadhan Sananta bisa menjadi striker yang lebih baik dibandingkan Titan Agung di Timnas Indonesia U-24.