Suara.com - Nama Zayn Malik muncul dalam sebuah dokumen yang berasal dari arsip Jeffrey Epstein.
Dokumen tersebut bukan catatan kriminal, melainkan artikel lama tentang selebriti dengan pandangan pro-Palestina yang dikirim pada Juli 2014.
Artikel itu disusun oleh JNS News dan menyebut sejumlah figur publik sebagai bagian dari kelompok selebriti dengan pandangan yang disebut “anti-Israel”.
Fakta bahwa daftar tersebut sampai ke tangan Epstein memunculkan pertanyaan tentang tujuan pengiriman dan konteks pengawasan tokoh terkenal.
Zayn Malik tercantum saat masih berada di puncak popularitas One Direction.
Zayn dimasukkan karena dukungannya terhadap Palestina di tengah konflik Israel dan Hamas pada 2014.
Kutipan dalam artikel tersebut berbunyi, "Penyanyi Zayn Malik dari band Inggris One Direction memposting tagar #FreePalestine di Twitter-nya di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas."
Tak hanya itu, artilkel tersebut juga membahas soal perbandingan sikap yang ditunjukkan Zayn Malik dan Rihanna.
Baca Juga: Indonesia Disebut 902 Kali dalam Epstein Files, Ada Jejak Skandal di RI?
"Tidak seperti penyanyi Rihanna, yang juga memposting tagar tersebut dan kemudian menghapusnya, Malik mempertahankan postingannya secara online, dan mendapatkan hampir 200.000 retweet," bunyi artikel tersebut
Sikap Zayn Malik tersebut sempat membuatnya menerima ancaman kematian, namun ia tidak menarik dukungannya terhadap Palestina.
Selain Zayn, Emma Thompson turut masuk dalam daftar karena sikap politiknya.
Ia disebut karena menyerukan boikot terhadap pertunjukan Teater Habima Israel di Teater Globe, London.
Penelope Cruz dan Javier Bardem juga disebut karena menandatangani surat terbuka.
Surat itu mengecam "Operasi Protective Edge Israel" di Gaza sebagai genosida.