Kasus kopi sianida yang menyebabkan kematian Wayan Mirna Salihin masih saja jadi perbincangan. Tidak terkecuali sosok Jessica Wongso yang divonis sebagai pelakunya.
Opini publik terbelah jadi dua, ada yang meragukan Jessica Wongso sebagai pelaku pembunuhan maupun yang mempercayainya.
Selain itu juga bertebaran teori konspirasi yang membahas misteri kematian Wayan Mirna Salihin dalam kasus kopi sianida tersebut.
Keraguan publik ini bukan tanpa alasan, karena pembawaan Jessica Wongso selama proses hukum menunjukkan ketenangan seperti tidak bersalah.
Selama persidangan yang sempat menjadi perhatian masyarakat pada 2016 silam, ia memang terlihat sangat bisa menguasai diri.
Salah satu saksi ahli dalam persidangan kasus kopi sianida, Edward Omar Syarif atau yang dikenal sebagai Prof Eddy menyadari sikap Jessica Wongso.
Bakan Prof Eddy sampai menyebutkan kalau wanita bernama Jessica Kumala Wongso tersebut memiliki kepribadian ganda seperti diwartakan Suara.com.
Prof Eddy menyampaikan kalau Jessica Wongso punya kepribadian ganda tersebut buka tanpa ada bukti. Ia berlandaskan langsung dari para psikolog atau psikiater yang menangani kasusnya.
"Kalau melihat keterangan dari psikolog maupun psikiater dia memang memiliki kepribadian ganda," kata pria yang sekarang menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) itu, saat hadir sebagai nara sumber dalam podcast Close The Door, Dikutip Selasa (10/10/2023).
Baca Juga: Film Dokumenter Ice Cold Viral, Berapa Bayaran yang Diterima Jessica Wongso dari Netflix
Dengan kepribadian ganda yang dimiliki Jessica Wongso, wanita tersebut bisa terlihat sangat baik, namun di situasi lain bisa berlaku jahat seperti yang dimaksud Prof Eddy.
"Dia bisa baik banget, tapi juga bisa tiba-tiba tanpa alasan melakukan suatu tindak kekerasan," kata Prof Eddy.
Namun hal tersebut malah yang membuat Prof Eddy kagum pada sosok Jessica Wongso. Sebab tak banyak orang yang bisa setenang itu dalam menghadapi proses hukum.
"Merasa tidak bersalah dan lain sebagainya itu luar biasa lho. Itu mungkin satu di antara sekian juta orang, karena Saya yakin dia pelakunya tapi dia bisa menyembunyikan itu," katanya.