Dia menjelaskan ancaman krisis pangan global dipicu oleh sejumlah faktor, selain konflik Ukraina dan Rusia. Beberapa yang menyebabkan adalah dampak pandemi Covid-19 yang sempat membuat keterbatasan pengiriman pasokan pangan, dan juga faktor cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 Tahun 2022 di Medan, 7 Juli 2022 juga mengingatkan masyarakat yang gemar makan mie atau mi dan roti untuk waspada dengan kenaikan harga gandum tersebut.
Kata Jokowi, naiknya harga gandum secara global juga akan memengaruhi harga roti dan mie yang sering dikonsumsi masyarakat. Indonesia sendiri melakukan impor gandum dengan jumlah yang besar yakni sebanyak 11 juta ton.
"Tapi hati-hati yang namanya komoditas pangan dunia ini naik semuanya, utamanya gandum. Kita juga impor gandum gede banget, 11 juta ton impor gandum kita. Ini hati-hati, yang suka makan roti, yang suka makan mie, bisa harganya naik," kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan bahwa kenaikan harga gandum itu disebabkan oleh adanya perang yang terjadi di Ukraina dan Rusia. Dia menjelaskan bahwa Ukraina dan Rusia itu menjadi negara yang memproduksi gandum.
Dia mengatakan, percakapannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin soal stok gandum yang mereka simpan. Gandum yang disimpan Ukraina mencapai 77 juta ton.Stok itu memang sengaja tidak diekspor Ukraina untuk pertahanan pangan di negaranya sendiri.
Sedangkan gandum di Rusia sebanyak 137 juta ton sengaja ditahan Putin untuk kebutuhan negaranya. (*)