Putra Eks Sekda Buleleng Ditahan, Pengacara Sebut Jaksa Kurang Teliti dan Terburu-buru

Suara Denpasar

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:49 WIB
Putra Eks Sekda Buleleng Ditahan, Pengacara Sebut Jaksa Kurang Teliti dan Terburu-buru
Pengacara Dewa Gede Radhea ( kiri ) (SUARA DENPASAR)

SUARA DENPASAR - Dewa Gede Radhea alias Radhea ditahan Kejati Bali sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian uang pada Rabu (10/8). Dewa Gede Radhea merupakan putra kandung dari eks sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka, yang telah divonis penjara dalam kasus yang sama dengan kerugian negara mencapai Rp. 16 Miliar. 

Penahanan Radea oleh Kejati Bali langsung ditanggapi oleh Ngurah Santanu, SH., dan Gde Indria, SH., M.Hum., selalu kuasa hukum Dewa Gede Radhea. Mereka menyebut langkah yang diambil kejaksaan kurang teliti. Harusnya kasus tersebut dikembangkan untuk mengetahui siapa sesungguhnya pelaku aktif salam kasus ini. 

Disebutkan Santanu, kliennya terlibat karena rekeningnya dipakai oleh ayah kandungnya (Puspaka) untuk menerima transfer dana dari pemberi uang (investor). Uang tersebut oleh investor terlebih dahulu diserahkan investor melalu direktur PT. Singajaya 

Adapun aliran dana ini bersumber dari investor. Dari investor uang berjumlah lebih dari empat miliar diserahkan ke Made Sukrawan

"Dari Made Sukrawan uang tersebut dikirim ke rekening Radea tanpa sepengetahuan Radea. Dia baru mengetahui adanya trasferan setelah DKP (Puspaka) meminta Radea menarik uang dan diserahkan ke DKP," ucap Santanu. 

Radea sendiri menurut Santanu sama sekali tidak menikmati uang tersebut. Dengan kata lain rekeningnya hanya dipakai untuk lalu lintas uang. Tranfer sendiri berlangsung kurang lebih tujuh kali pada kurun waktu tahun 2015 sampai 2016. Totalnya mencapai Rp. 4,7 miliar. Seluruh uang tersebut diserahkan Radea kepada Puspaka yang merupakan ayah kandungnya. "Ada yang diserahkan (transfer) pagi, sorenya langsung diserahkan (kepasa Puspaka-Red)," ucap Santanu. 

Kini Puspaka telah divonis delapan tahun penjara. Namun, yang jadi keherana kuasa hukum Radea, hingga kini Made Sukrawan sama sekali tidak tersentuh. Padahal dia berperan aktif sebagai perantara antara pemberi dan penerima uang. 

"Harusnya kejati kembangkan penyelidikan hingga menjerat pelaku aktifnya saudara. Ade Sukrawan. Tapi sampai sekarang kita tahu sendiri bagaimana. Di mana letak keadilannya," papar Santanu. 

Dia menegaskan bahwa Radea bukanlah orang yang berhubungan langsung dengan investor, juga bukan "pelabuhan" terakhir aliran dana. Tapi hanya digunakan rekeningnya. "Tindakan penyidik sangat diskriminatif salam menetapkan seorang pelaku. Padahal Ada yang aktif dan pasif. Fakta hukum Radea tidak bersifat aktif," ucap Santanu. 

baca juga

Untuk diketahui kasus ini bermula pada tahun 2015 hingga tahun 2019 silam. Ketika itu Dewa Puspaka masih menjabat sebagai sekda Kabupaten Buleleng. Ketika itu Dia disinyalir menerima aliran dana terkait pengurusan ijin pembangunan bandara Bali Utara dan Terminal LNG Celukan Bawang. Dana ini bersumber dari investor kedua proyek tersebut dengan nilai mencapai Rp. 16 Miliar. 

Setelah melewati proses penyelidikan hingga sidang, Puspaka akhirnya divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Denpasar. Tidak hanya keterlibatan Puspaka, penyidik Kejati Bali juga mrnelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Termasuk Penahanan Radea oleh Kejati Bali langsung ditanggapi oleh Ngurah Santanu, SH., dan Gde Indria, SH., M.Hum., selalu kuasa hukum Dewa Gede Radhea yang merupakan putra kandung dari Puspaka. Son

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jalani Pemeriksaan Diantar Istri dan Ibu, Anak Mantan Sekda Buleleng Langsung Ditahan

Jalani Pemeriksaan Diantar Istri dan Ibu, Anak Mantan Sekda Buleleng Langsung Ditahan

Bali | Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:43 WIB

Kesbangpol Provinsi Bali Bagikan 7 Ribu Bendera Merah Putih di Perempatan Sanur

Kesbangpol Provinsi Bali Bagikan 7 Ribu Bendera Merah Putih di Perempatan Sanur

Bali | Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:50 WIB

Dua Tersangka Rekanan Masker Dinsos Karangasem Dilimpahkan, Kapan Disidangkan?

Dua Tersangka Rekanan Masker Dinsos Karangasem Dilimpahkan, Kapan Disidangkan?

Denpasar | Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Terkini

Promo Belanja di Yomart, Ada Diskon Spesial dari BRI

Promo Belanja di Yomart, Ada Diskon Spesial dari BRI

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Investasi Bertebar Promo Hanya di BRImo

Investasi Bertebar Promo Hanya di BRImo

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:37 WIB

5 Trik Pakai Sunscreen Sesuai Arahan Dokter agar Flek Hitam Pudar dan Wajah Glowing

5 Trik Pakai Sunscreen Sesuai Arahan Dokter agar Flek Hitam Pudar dan Wajah Glowing

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:35 WIB

5 Zodiak yang Paling Suka Ghosting dan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Kabar

5 Zodiak yang Paling Suka Ghosting dan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Kabar

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

×