Perbedaan empat foto itu adalah pada caption yang langsung ditulis di foto. Foto pertama tidak ada caption, foto kedua dan ketiga ada caption tempat dan tanggal, yakni Menteng, 17 Oktober 2014.
Sedangkan satu foto lagi yang diposting pada 24 Oktober 2014 memiliki caption yang cukup panjang. Tulisannya, “Silahturahmi ADC dan Korspri Capres Satgas Pus V Mabes Polri dengan Presiden Terpilih Ir. H. Joko Widodo di Kediaman Gubernur DKI, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, 17 Oktober 2014.”
Sekadar diketahui, ADC kependekan dari aide de camp yang artinya seorang asisten pribadi atau ajudan. Sedangkan Korspri kependekan dari Koordinator Staf Pribadi.
Dalam foto berenam itu, Agus Nurpatria berada persis di samping kiri Jokowi bila dilihat dari foto. Namun, jika dilihat dari posisi Jokowi, dia berada di sebelah kanan Jokowi.
Jokowi dilantik menjadi Presiden pada 20 Oktober 2022. Berarti foto itu berlangsung tiga hari sebelum pelantikan. Namun baru diupload tiga dan empat hari setelah pelantikan Jokowi-JK.
Keempat foto itu tidak ada caption di postingan. Namun, dikomentari oleh sejumlah orang.
“Tinggal nunggu TR Kapolres ya bang.....Sukses ya bang...” tulis Ad* Vi*** di kolom komentar.
“Amiiin.. Mudah2an aja Kang Ade...... Hatur Nuhuun... sama2 sukses ya..” jawab Agus Nurpatria
“mantap bang. jangan lupa adek asuh....” kata Ars** Sah***·
“Siaaaaaap Mas Arshal dikasuhku yg paling ganteng.....” jawab Agus Nurpatria.
Namun akun Aa* As** D'Pan**** bertanya, “Bapak ikut pindah ke jkt?”
“Ngga Mb Anz... msh di Banjar..” jawab Agus Nurpatria.
Jawaban bahwa dia masih di Banjar, diduga mengindikasikan Gusnur sejatinya masih bertugas di Kalimantan Selatan. Memang, dia bertugas sebagai Kepala Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Belum diketahui mengapa dia menjadi pengawal Jokowi dalam Pilpres. Mungkin saja dia diperbantukan untuk pengawalan capres saja.
Karier Melejit
Yang pasti, setelah mengawal capres Jokowi tahun sebelumnya, kariernya melejit. Pada 8 Juni 2015, Agus Nurpatria menjadi Kapolres Subang. Kala itu pangkatnya masih AKBP.
Kemudian pada Agustus 2016 menjadi Pamen (perwira menengah) Divpropam Mabes Polri sebagai Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri.
Pada 2019 Kombes Pol Agus Nurpatria mutasi sebagai Kabid Propam Polda Banten, lanjut sebagai Kabid Propam Polda Kepri pada November 2020.
Ia kembali ke Divpropam Polri pada tahun 2021 dengan jabatan baru sebagai Kaden A Ropaminal Divpropam Polri pada tahun 2021 menjadi anak buah Ferdy Sambo.
Perlu diketahui, Agus Nurpatria merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan I. Yakni tamat pada 1993. Kemudian dia menjadi Akpol dan tamat 1995.
Karier Terancam Tamat
Kini karier Agus Nurpatria di kepolisian terancam tamat seiring dengan dugaan keterlibatannya dalam kasus kematian Brigadir Joshua di rumah Ferdy Sambo.
Dia diduga menjadi salah satu pelaku obstruction of justice atau menghalangi penegakan hukum/ penyidikan. Perannya adalah menyuruh menghilangkan hingga merusak DVR CCTV di lokasi kejadian pembunuhan Brigadir Joshua.
Pada 4 Agustus 2022, dia dimutasi di pamen Yanma Polri, dan kini ditahan di tempat khusus (patsus) Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.
Dia menjadi satu dari enam orang yang diduga melalukan obstructon of justice. Lima orang lagi adalah Irjen Pol Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan (Karopaminal Divisi Propam Polri).
Tiga orang lagi adalah AKBP Arif Rachman Arifin (Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri), Kompol Baiquni Wibowo (PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri), dan Kompol Chuck Putranto (Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri).
Selain terancam dipecat dari kepolisian karena dugaan pelanggaran kode etik kepolisian, dia juga terancam pidana maksimal 10 tahun penjara yang dijerat menggunakan Pasal 32 dan Pasal 33 UU ITE, Pasal 221, Pasal 223 KUHP, Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. (*)