SUARA DENPASAR – Dipecatnya Kombes Agus Nurpatria menambah deret Panjang lulusan Akpol 1997 atau batalyon Wira Pratama yang dipecat dari kepolisian. Sebelum Agus Nurpatria diputus pecat pada Rabu (7/9/2022), juga sudah ada pemecatan terhadap lulusan Akpol 1997, yakni Kombes Edwin Hatorangan Hariandja.
Kombes Agus Nurpatria dipecat melalui pembacaan putusan Rabu (7/9/2022) dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Mantan Kaden A Ropaminal Divpropam Polri (2021-2022), terbukti melakukan pelanggaran kode etik berupa obstruction of justice atau menghalangi penyidikan perkara pembunuhan Brigadir Joshua atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Agus Nurpatria pun menyusul koleganya, yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (dipecat 29 Agustus 2022), dan Kompol Chuck Putranto (dipecat 1 September 2022), serta Kompol Baiquni Wibowo (dipecat 2 September 2022).
“Sanksi kedua pemberhentian tidak dengan hormat dari anggota kepolisian,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers usai pembacaan putusan, Rabu (7/9/2022).
Yang menarik, dipecatnya Agus Nurpatria menambah deret panjang Akpol 1997 yang dipecat dari kepolisian. Tidak lama dari putusan pemecatan Agus, ada tamatan Akpol 1997 juga yang dipecat. Yakni Kombes Edwin Hatorangan Hariandja.
Kombes Edwin Hatorongan Hariandja dipecat bukan terkait kasus pembunuhan Brigadir Joshua. Melainkan, dipecat karena perilaku koruptif. Dia terbukti menerima uang setoran dari Kasat Reserse Narkoba Polres Bandata Soetta, yang berasal dari barang bukti yang disita dari penanganan kasus sebesar USD 225 ribu (sekitar Rp 3,3 miliar) dan SGD 376 ribu (sekitar Rp 3,9 miliar).
Kombes Edwin Hatorongan yang merupakan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta dipecat atau kena pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) usai menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada 30 Agustus 2022.
Sama seperti Kombes Agus Nurpatria, Kombes Edwin Hatorangan Hariandja juga merupakan lulusan Akpol 1997. Usia keduanya juga hampir sepantaran. Bahkan selisihnya kurang dari 2 bulan.
Bila Agus Nurpatria lahir di Bogor pada 6 Agustus 1974, Edwin Hatorongan lahir di Cimahi pada 23 Juni 1974. Keduanya juga pernah sama-sama menjadi Kapolres. Agus jadi Kapolres Subang pada 2015-2015, Edwin menjadi Kapolres Sibolga pada 2017, dan menjadi Kapolres Bandara Soekarno-Hatta baru Januari 2022 lalu.
Sekadar diketahui, lulusan terbaik Akpol 1997 atau peraih Adhi Makayasa adalah Kombes Hendri Fiuser. Namun, Hendri Fuiser sudah meninggal pada 23 Juni 2022 di RSUP Sanglah saat menjadi Dirreskrimsus Polda Bali.
Menjadi catatan, saat ini lulusan Akpol 1997 rata-rata berpangkat Kombes. Dengan begitu, banyak dari lulusan angkatan ini menduduki posisi penting. Di antaranya direktur atau Kabid di Polda-Polda, Kapolresta, Wadir di Mabes Polri.
Sebagai contoh Kapolres Metro Jakarta Pusat dijabat Kombes Komarudin. Kemudian Kapolres Metro Tangerang Kota dijabat Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma. Keduanya adalah lulusan Akpol 1997. (*)