denpasar

Usai Diperiksa di Markas Pasukan Elite Loreng Polri, Kini Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan Uji Kebohongan

Suara Denpasar Suara.Com
Kamis, 08 September 2022 | 19:15 WIB
Usai Diperiksa di Markas Pasukan Elite Loreng Polri, Kini Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan Uji Kebohongan
Potret Sambo yang akan menjalani pemeriksaan menggunakan Suara Denpasar - Ferdy Sambo telah menjalani pemeriksaan di markas pasukan elite lorenglie detector (Suara.com/Alfian Winnato]/ [Shutterstock)

Suara Denpasar - Ferdy Sambo telah menjalani pemeriksaan di markas pasukan elite loreng Polri, pada Rabu 7 September 2022. Dia diperiksa oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Pemeriksaan itu terkait perintangan penyidikan pasca pembunuhan Brigadir Joshua.

Markas pasukan elite loreng Polri yaitu di Mako Brimob, di Depok. Sebagaimana diketahui, Brimob merupakan pasukan elit Polri yang kerap menggunakan pakaian loreng-loreng ketika bertugas.

"Pemeriksaan terhadap FS (Ferdy) direncanakan oleh penyidik Dit Siber hari ini di Mako Brimob," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan dikutip dari Antara, Rabu.

Kini, giliran Dittipidum Bareskrim Polri yang memeriksa Sambo menggunakan uji kebohongan (poligraf). Pemeriksaan dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Cipabua Sentul, Jawa Barat, Kamis.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi membenarkan jadwal pemeriksaan Sambo pada hari ini.   

“Jadwalnya (diperiksa) iya (hari ini),” kata dia.

Sebelumnya, penyidik juga memeriksa tersangka Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal Wibowo dan Kaut Ma’ruf menggunakan lie detector.

Kemudian istri Sambo, Putri Candrawathi dan saksi Susi dilakukan pada Selasa (6/9). 

Andi menjelaskan, uji kebohongan bertujuan sebagai bukti petunjuk untuk meyakinkan penyidik dalam melengkapi berkas perkara yang akan segera dilimpahkan kembali ke jaksa penuntut umum.

Baca Juga: Anak Buah Ferdy Sambo AKP Dyah Chandrawati Tak Dipecat, Hanya Disanksi Mutasi Demosi

Sementara itu, Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) meminta hasil uji kebohongan (lie detector) tersangka kasus Ferdy Sambo Tidak dijadikan sebagai alat bukti. Namun, hanya untuk pembanding.

"Jangan menjadikan hasil 'lie detector' tersangka sebagai ukuran kebenaran dalam peristiwa kematian Brigadir J meskipun hasilnya dinyatakan jujur," kata Direktur Eksekutif  Lemkapi  Dr Edi Hasibuan, Kamis.

Dia menyebut hasil 'lie detector' cuma dipercaya 60 persen kepolisian di dunia.

"Bagi orang yang biasa bohong, dia tidak akan terpengaruh dengan alat kebohongan apapun," kata dia.

Dalam proses hukum polisi, kata dia, sebetulnya tidak harus mesti mendapatkan pengakuan dari tersangka.

Dia mengatakan yang paling penting adalah penyidik memiliki bukti bukti pendukung yang cukup sesuai dengan tuduhan pembunuhan berencana Brigadir Joshua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI