Suara Denpasar - Teka-teki benar tidaknya terjadi kasus perkosaan yang dilakukan Brigadir Joshua atau Brigadir J terhadap Putri Candrawathi terus menggelinding.
Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR mengaku tak melihat kejadian tersebut. Tapi, dari pandangan matanya dia melihat sopir pribadi keluarga Irjen Ferdy Sambo yakni Kuat Ma'aruf dan Brigadir J berada di rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri tersebut.
Dalam YouTube UNCLE WIRA, Bripka RR menjelaskan pertemuan antara Brigadir J dengan Putri Candrawathi berlangsung sekitar 15 menit. Hal tersebut diungkapkan Erman Umar, kuasa hukum Bripka RR.
Kisah dia, seperti yang dituturkan kliennya pada 7 Juli 2022 itu. Bharada Richard Eliezer atau Bharada E yang nantinya menjadi salah satu eksekutor yang menembak Brigadir J berada di SMA Nusantara. Bharada E di sekolah itu menemani Bripka RR yang mendapat perintah menemui anak bosnya.
“Kala itu, Bripka RR bertemu dengan pamong putra Sambo di asrama SMA Taruna Nusantara," demikian kisah Erman Umar.
“Bahkan, dia (Bripka Ricky Rizal) hendak ingin bertemua pamong lainnya yang berada di alun-alun Magelang," jelasnya.
Saat menemani anak bosnya itu tiba-tiba Bharada E menerima telepon dari Putri Candrawathi. Keduanya diminta untuk segera balik ke kediaman pribadi di Magelang, Jawa Tengah.
Tiba di rumah, tak terlihat satu pun manusia di lantai satu. Lantas, keduanya naik ke lantai rumah mewah tersebut. Di sana sudah dilihat asisten rumah tangga yang bernama Susi menangis. Sedangkan Kuat Ma'aruf terlihat tegang dan panik.
Ketika kliennya bertanya kepada Kuat Ma'aruf perihal kepanikan dirinya. Kuat Ma'aruf hanya mengatakan melihat Brigadir J di tangga dan langsung lari ketika ditegur.
Baca Juga: Jaksa Terima Berkas Kaisar Sambo, Siapkan 43 Jaksa Kawal Kasus Obstruction of Justice Geng Sambo
Bripka RR memerintahkan Susi dan Kuat Ma'aruf untuk memeriksa kondisi istri bosnya. “Berdasarkan pengakuan atau keterangan dari Bripka RR bahwa Om Kuat dan Susi mendapati Putri Candrawathi tergeletak di kamar mandi," ujarnya.
“Lalu Brigadir J datang kembali hendak mau jelaskan ke Om Kuat tetapi Yosua menangis dan dihalangi Om Kuat dengan pisau," tutur Erman Umar sesuai pengakuan kliennya.
Atas permintaan Kuat Ma'aruf, Bripka RR melihat kondisi Putri Candrawathi yang sudah terbaring di kasur kamar lantai dua.
Saat itu Putri Candrawathi tak menjelaskan apa yang terjadi. Namun Putri Candrawathi tak menjawabnya, hanya menanyakan posisi Brigadir Joshua ada di mana. ***