Karier Kang Dedi Mulyadi makin moncer ketika pada usia 32 tahun dia menjadi Wakil Bupati Purwakarta mendampingi Lily Hambali Hasan pada periode 2003-2008. Dia pun tercatat sebagai politisi termuda yang menjadi Wakil Bupati.
Hanya satu periode jadi wakil bupati, Kang Dedi langsung mencalonkan diri sebagai calon bupati dalam Pilkada Purwakarta 2008. Nasib baik benar-benar memihaknya. Meski asli Subang, dia berhasil menjadi Bupati Purwakarta periode 2008-2013. Pada Pilkada 2013, sebagai petahana, dia berhasil memenangkan kembali.
Membela Kearifan Lokal
Selama menjadi Bupati Purwakarta, nama Kang Dedi cukup populer. Salah satunya kerap membangun patung pewayangan. Bahkan, pada 2016, patung Arjuna dirusak dan dibakar.
Pria yang juga pengurus NU Purwakarta itu kerap berseberangan dengan para pengkritik, terutama kelompok Islam garis keras, macam Front Pembela Islam (FPI) yang menganggap patung sebagai hal yang haram atau tidak sesuai dengan Islam.
Sebagai bupati Purwakarta dia kerap membela kearifan lokal. Terutama Sunda Wiwitan maupun kepercayaan-kepercayaan lokal di Indonesia.
Dia sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jabar 2018 berpasangan dengan Deddy Mizwar pada Pilgub 2018. Namun dalam pencoblosan yang berlangsung 27 Juni 2018, dia kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
Meski demikian, kariernya dalam politik belum tamat. Sebab, dalam Pilkada serentak itu juga berlangsung Pilkada Purwakarta 2018 yang hari pencoblosannya berbarengan dengan Pilgub Jabar. Dia berhasil menjadikan sang istri Anne Ratna Mustika, menjadi penerusnya sebagai Bupati Purwakarta pada Pilbup Purwakarta 2018 berpasangan dengan H. Aming.
Jadi Anggota DPR RI
Baca Juga: Agus Hilang Usai Dihajar, Anak Buah Preman Bayaran Rindu Order di-KO Juru Parkir
Setahun setelah tidak menjadi Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi pun mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui Partai Golkar pada Pileg 2019 melalui Dapil Kabupaten Purwakarta, Bekasi dan Karawang.
Ternyata namanya masih harum. Itu terbukti dia meraih 206.621 suara. Bahkan ini suara paling tinggi dibandingkan caleg Golkar se-Indonesia.
Diukur dari seluruh suara caleg dari semua partai, dia masuk urutan ke-13 peraih suara tertinggi se-Indonesia. Sekadar diketahui, suara tertinggi diraih Puan Maharani dengan 404.034 suara. Di DPR RI, dia mendapat jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI periode 2019-2024.
Ketika menjadi anggota DPR RI, Dedi Mulyadi juga dikenal dengan gaya coboy atau suka blusukan di tengah masyarakat. Gaya coboy yang dimaksud adalah suka menolong orang lain atau melabrak pihak yang tidak benar. Aksi-aksinya sering diunggah lewat kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Di antaranya bersih-bersih sampah di Pasar Rebo Purwakarta yang diprotes mahasiswa sebagai Wakil Ketua Komisi IV rasa Satpol PP. Kritik itu disampaikan mahasiswa bernama Yudha Dawami Abdas lewat Facebook yang menyebut itu bukan tugas Komisi VII.
Namun, Dedi Mulyadi menanggapi kritik tersebut lewat Youtubenya Selasa (16/11/2021). Belakangan, mahasiswa itu minta maaf, kemudan protes di Facebooknya dihapus.
Youtuber Gaya Coboy