Ini Dua Versi Dasabayu, Versi Tibet dan Nusantara

Suara Denpasar

Selasa, 27 September 2022 | 11:44 WIB
Ini Dua Versi Dasabayu, Versi Tibet dan Nusantara
Rajah Dasabayu ternyata memiliki dua versi (Istimewa)

Suara Denpasar - Rajah Dasabayu ternyata memiliki dua versi. Yakni versi Nusantara dan versi Tibet. Menurut akun Facebook@Tantra Satra, adanya dua versi ini mengauatkan pandangan bahwa Nusantara memiliki pengaruh yang kuat terhadap tradisi di Tibet.

Apalagi ratusan tahun silam, Atisha Dipankara ditugaskan mensistematisasi tradisi spiritual Tibet oleh gurunya, Rsi Dharmakirti, pendiri universitas Buddha Tantra terbesar di Swarnadwipa (Sumatra) kala itu. 

Hingga kini Dasabayu dilakoni dalam praktik-praktik tantrik yang bersumber dari naskah-naskah kuno bernuansa kawisesan, kadyatmikan, tutur, dan tattwa.

Sebut saja lontar Tutur Sanghyang Aji Sangkya, yang menjelaskan dengan sangat baik bahwa Dasabayu adalah 10 prana (bayu) yang berdiam di tubuh dengan rincian seperti dikutip Denpasar.suara.com dari akun Facebook@Tantra Sastra.

1. PRANABAYU, berdiam di jantung (papusuhan), memenuhi dada, leher, alis, dan kening. Pranabayu tersebar menjadi beberapa  bagian, dan prana ini disebut bayu urip sebab ia yang mengatur semua bayu sehingga kita bisa hidup. 

2. UDHANABAYU, berdiam di ubun-ubun dan yang mengatur seluruh lubang (song) di kepala. Aliran udhanabayu terbagi menjadi 65 aliran bayu yang memberikan energi pada semua nadi. 

3. SAMANABAYU, bertempat di langit-langit mulut dan menyebar ke tiga nadi utama (trinadhi), lalu terpecah menjadi 72 aliran bayu. Bayu ini yang menghubungkan organ tubuh satu dengan organ tubuh lainnya.

4. APANABAYU, berdiam di alat kelamin. Bayu ini menampung sari makanan dan minuman sehingga sarinya menjadi air mani (onjas), ampasnya menjadi kencing dan kotoran. Apanabayu terpecah menjadi 50 bayu dan menghubungkan medan energi jantung dengan jejaring perut.

5. BIANABAYU, berdiam di persendian sehingga tubuh bisa bergerak sedemikian rupa. Bayu ini terpecah menjadi 50 bayu dan membuat pusat hati memancarkan gelombang elektromagnetik yang dahsyat. Bayu ini juga yang mengatur hidup dan mati seseorang.

baca juga

6. NAGABAYU, berdiam di pangkal lidah. Bayu ini terpecah menjadi 60 bayu dan menyebabkan pusat saraf di pangkal leher bisa bekerja sedemikian rupa dan menyebar ke paru-paru sehingga paru-paru dapat mengembang dan mengempis.

7. KURMARABAYU, berdiam di mata dan menggerakkan kelopak mata. Bayu ini  terpecah menjadi 70 bayu. Bayu ini juga terhubung dengan usus dan lambung sehingga keduanya bisa menampung semua makanan dan membuang ampasnya melalui anus.

8. KARAKARABAYU, bertempat di hidung dan terpecah menjadi 80 bayu. Bayu ini yang menyebabkan bersin dan hidung mampu membaui. Bayu ini juga terhubung dengan limpa.

9. DEWADATABAYU, bertempat di seluruh otot dan terpecah menjadi 90 bayu. Bayu ini juga yang memberikan kekuatan pada kerongkongan (ineban).

10. DANANJAYABAYU, berdiam di kulit dan terpecah menjadi 1.000 bayu. Bayu ini yang menyebabkan badan terurai ketika sudah ditinggalkan oleh jiwa setelah kematian.

Sepuluh bayu tersebut harus diolah dengan napas, dan tidak akan aktif secara optimal sebelum kita mahir mengolah napas melalui Dasaksara, sebab Dasabayu terlahir dari Dasaksara.

Bahkan salah satu lontar kawisesan menyebutkan bahwa Dasaksara adalah Dasabayu. Setelah mengolah Dasaksara, ada proses nyurupang (meleburkan) Dasaksara menjadi 10 wijaksara (benih aksara) yang terangkai menjadi rajah Dasabayu dan dibaca: ONG IAKASAMARALAWAYAUNG

Ketika kita tekun mengolah Dasabayu melalui napas, maka Sanghyang Dasabayu akan bertutur: ONG (dengung semesta sebagai kesadaran Sunya/Suwung), I (idhêp, spirit, jiwa), AKASA (ruang tanpa batas), MARA (kemurnian), LAWA (pintu), YA (yukti/sejati), UNG (tirtha amerta kehidupan). Arti sederhananya:

"Kesadaran Suwung yang berdiam di akasa idhêp, yang murni dan tanpa batas, di sana pintu tempat mengalirnya tirtha amerta kehidupan sebagai sari prana/bayu. Jiwa sejati akan terlepas dari pintu itu sesuai kehendaknya." 

Demikian Tantra Satra mengulas tentang Dasabayu pada tubuh manusia. Semoga bermanfaat. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

La Ode Muhammad Lakina Bhawaangi yi Nusantara, Gelar Kehormatan Adat Jokowi dari Kesultanan Buton dan Maknanya

La Ode Muhammad Lakina Bhawaangi yi Nusantara, Gelar Kehormatan Adat Jokowi dari Kesultanan Buton dan Maknanya

Sumbar | Selasa, 27 September 2022 | 11:23 WIB

INGAT KARMA! SBY Disandera Proyek Hambalang, Ke Depan Jokowi Bisa Terbelit IKN

INGAT KARMA! SBY Disandera Proyek Hambalang, Ke Depan Jokowi Bisa Terbelit IKN

Denpasar | Selasa, 27 September 2022 | 10:25 WIB

Awalnya Bingung dengan Tantangan Juri, Peserta MasterChef Australia Ini Akhirnya Bikin Gado-gado

Awalnya Bingung dengan Tantangan Juri, Peserta MasterChef Australia Ini Akhirnya Bikin Gado-gado

Lifestyle | Senin, 26 September 2022 | 19:15 WIB

Terkini

Setelah 10 Tahun, BRI Jadi Perantara Pertemuan Seorang PMI dan Ibunya Lewat Program Tali Kasih

Setelah 10 Tahun, BRI Jadi Perantara Pertemuan Seorang PMI dan Ibunya Lewat Program Tali Kasih

Banten | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Karhutla Melanda di Berbagai Wilayah, Apa yang Bisa Kita Lakukan sebagai Warga Negara?

Karhutla Melanda di Berbagai Wilayah, Apa yang Bisa Kita Lakukan sebagai Warga Negara?

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:50 WIB

BRI Wujudkan Mimpi Pekerja Migran Indonesia Pulang ke Tanah Air dan Berkumpul Dengan Keluarga

BRI Wujudkan Mimpi Pekerja Migran Indonesia Pulang ke Tanah Air dan Berkumpul Dengan Keluarga

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:49 WIB

Sebelum Hengkang ke Arema FC, Mauro Zijlstra Bicara Obrolan Serius dengan Shin Tae-yong

Sebelum Hengkang ke Arema FC, Mauro Zijlstra Bicara Obrolan Serius dengan Shin Tae-yong

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:48 WIB

3 Serum Korea Ampuh Samarkan Flek Hitam dan Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pengguna

3 Serum Korea Ampuh Samarkan Flek Hitam dan Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:47 WIB

Eks Ketua PPATK Ungkap Sisi Lemah Pelaku TPPU: Paling Takut Jadi Miskin!

Eks Ketua PPATK Ungkap Sisi Lemah Pelaku TPPU: Paling Takut Jadi Miskin!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:46 WIB

BRI Dukung Pekerja Migran Indonesia di Taiwan, Dari Pertemuan Keluarga Hingga Bekal Masa Depan

BRI Dukung Pekerja Migran Indonesia di Taiwan, Dari Pertemuan Keluarga Hingga Bekal Masa Depan

Jakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Dedi Mulyadi Respon ABK Sukabumi yang Terlantar di Peraian Fiji, Janjikan Langkah Ini

Dedi Mulyadi Respon ABK Sukabumi yang Terlantar di Peraian Fiji, Janjikan Langkah Ini

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Bangladesh Krisis Gas, Industri Tekstil Lumpuh Hingga Pangan Nasional Terancam

Bangladesh Krisis Gas, Industri Tekstil Lumpuh Hingga Pangan Nasional Terancam

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Lebih dari Sekadar Pangan Lokal, Ini Kisah Nasi Oyek Selamatkan Jenderal Soedirman

Lebih dari Sekadar Pangan Lokal, Ini Kisah Nasi Oyek Selamatkan Jenderal Soedirman

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:37 WIB

×