Suara Denpasar - Banjir besar menerjang Kabupaten Jembrana, Bali. Dua jembatan dan ratusan rumah warga terendam banjir.
Akses dari Jembrana ke Denpasar terputus, Senin (17/10/2022). Satu siswi SMP yang bernama Putu Widya ditemukan tewas setelah nyemplung saat melihat jembatan yang mau roboh.
Banjir bandang ini disebabkan oleh hujan yang terus mengguyur sejak Minggu (16/10/2022) dan menyebabkan luapan air sungai.
"Tim kami sudah turun ke lokasi-lokasi yang dilanda bencana, dan kami terus melakukan pemantauan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra.
Luapan air dan terjadinya banjir juga ada yang menghubungkan dengan proyek tol sepanjang 96,21 kilometer yang melintasi tiga babupaten.
Yakni Jembrana, Tabanan, dan Badung. Sebab, berdasar data WALHI Bali proyek itu akan memotong 488,13 hektar perkebunan, kawasan hutan lindung Bali Barat seluas 75,14 hektar, Taman Nasional Bali Barat seluas 20,36 hektar, menerabas sungai seluas 22,7 hektare, pemukiman/rumah tinggal seluas 20 hektare, serta kebun milik Pemprov Bali seluas 49,6 hektare. Bukan hanya itu ada 1.300 hektar sawah yang akan terterabas.