Hutan Mangrove Bali Dipamerkan ke Delegasi G-20, tapi Dibabat Jadi Terminal LNG

Suara Denpasar

Minggu, 16 Oktober 2022 | 11:54 WIB
Hutan Mangrove Bali Dipamerkan ke Delegasi G-20, tapi Dibabat Jadi Terminal LNG
Ketua WALHI Bali Made Krisna "Bokis" dan pengacara senior Bali I Nyoman Sudiantara alias Ponglik (YouTube)

Suara Denpasar - Hutan mangrove Bali di Tahura Ngurah Rai yang berada di wilayah Kota Denpasar dan Badung nantinya akan menjadi salah satu showcase atau dipamerkan kepada delegasi G-20 terkait kepedulian Indonesia dalam melestarikan lingkungan. Namun, sayangnya itu seperti fatamorgana saja.

Hanya Tahura yang terlihat masih hijau dan lestari saja yang diperlihatkan. Bukan, hutan mangrove yang akan terdampak proyek Terminal LNG di wilayah Sanur, Denpasar.

"G-20 dalam tematiknya mengangkat tentang perubahan iklim. Di mana dalam trademarknya akan memamerkan atau showcase hutan mangrove Tahura Ngurah Rai kepada delegasi G-20," papar Ketua WALHI Bali Made Krisna "Bokis" Dinata menjawab pertanyaan pengacara senior Bali I Nyoman "Ponglik" Sudiantara dalam kanan YouTube@ Case Closed yang dilihat denpasar.suara.com, Minggu (16/10/2022).

Kondisi ini tentu dilematis karena di sisi lain hutan mangrove yang dibanggakan kepada delegasi G-20 tersebut seluas 14 hektar lebih akan dibabat untuk pembangunan proyek Terminal LNG di Sanur, Denpasar.

"Kami getol bersama desa adat Intaran dan desa adat Penyaringan untuk menolak pembangunan Terminal LNG yang merusak hutan mangrove," terangnya.

Dia juga mengkritisi pemerintah pusat termasuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang sudah tahu pentingnya hutan mangrove bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Namun, tetap membiarkan adanya pengrusakan hutan mangrove untuk pembangunan proyek Terminal LNG. "Seharusnya hutan mangrove steril dari segala macam jenis perizinan," ucapnya.

Selain itu akibat pengerukan pembuatan alur kapal nantinya dalam pembangunan Terminal LNG tersebut. 
Ungkap Bokis, akan ada setidaknya akan ada 5 hektar terumbu karang yang akan terdampak.

"Terumbu karang sangat penting keberadaannya bagi masyarkat pesisir Sanur karena menjadi penahan ombak dan gelombang," ujarnya.

baca juga

Hal ini juga yang membuat WALHI Bali enggan ikut andil dalam G20 karena tema lingkungan hanya sebatas tematik saja dan tidak ada aksi nyata. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Walhi Gugat DKLH Bali ke Komisi Informasi gegara Tak Berikan Dokumen Proyek Terminal LNG di Mangrove

Walhi Gugat DKLH Bali ke Komisi Informasi gegara Tak Berikan Dokumen Proyek Terminal LNG di Mangrove

Denpasar | Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Kasus Reklamasi Pantai Melasti, Dirut PT. Tebing Emas Penuhi Panggilan Polda Bali

Kasus Reklamasi Pantai Melasti, Dirut PT. Tebing Emas Penuhi Panggilan Polda Bali

Denpasar | Selasa, 04 Oktober 2022 | 14:22 WIB

Krama Bali I Nyoman Wara Kembali Terpental dari Calon Pimpinan KPK, Gagal Yakinkan DPR RI

Krama Bali I Nyoman Wara Kembali Terpental dari Calon Pimpinan KPK, Gagal Yakinkan DPR RI

Denpasar | Kamis, 29 September 2022 | 05:10 WIB

Terkini

Fenomena 'Asbun Gen Alpha': Membaca Ulang Batas Keluguan dan Etika Bertutur

Fenomena 'Asbun Gen Alpha': Membaca Ulang Batas Keluguan dan Etika Bertutur

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:31 WIB

DPP IMM Pertanyakan Pelibatan TNI Jaga Rumah Jampidsus

DPP IMM Pertanyakan Pelibatan TNI Jaga Rumah Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:30 WIB

Rumah Kosong di Banjarmasin Jadi Saksi Bisu: Mengapa 'Ngelem' Kembali Marak di Kalangan Remaja?

Rumah Kosong di Banjarmasin Jadi Saksi Bisu: Mengapa 'Ngelem' Kembali Marak di Kalangan Remaja?

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:21 WIB

Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga

Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:21 WIB

Land Cruiser Mobil Kasus Suap Bupati Kuansing Sudah Tiba di Jakarta

Land Cruiser Mobil Kasus Suap Bupati Kuansing Sudah Tiba di Jakarta

Riau | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:20 WIB

8 Sunscreen Lokal SPF 50 untuk Melindungi Kulit dari Matahari dan Flek Hitam

8 Sunscreen Lokal SPF 50 untuk Melindungi Kulit dari Matahari dan Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:20 WIB

Membongkar Mitos Kecantikan dan Tragedi Perempuan dalam Cantik itu Luka

Membongkar Mitos Kecantikan dan Tragedi Perempuan dalam Cantik itu Luka

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:19 WIB

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:11 WIB

Pembobol Ruang Guru Kalianda Diciduk Berkat Rekaman CCTV

Pembobol Ruang Guru Kalianda Diciduk Berkat Rekaman CCTV

Lampung | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:10 WIB

Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:10 WIB

×