Suara Denpasar - Dito Mahendra berhasil memenjarakan Nikita Mirzani atas dugaan pencemaran nama baik pada dirinya.
Meskipun butuh waktu cukup lama sang Nyai ditahan yakni dari laporan ke Polres Serang Kota pada 16 Mei 2022, dimana selama itu Nikita Mirzani hanya dikenakan wajib lapor saja.
Namun, Dito Mahendra dianggap sukses karena Nikmir akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri Serang pada 25 Oktober 2022 lalu selama 20 hari ke depan.
Di sisi lain, baru berlangsung 4 hari pasca penahanan atas Nikita, model berusia 36 tahun itu ternyata tidak selamanya buntung alias rugi.
Namun, ada kalanya justru untung dengan meraup banyak penghasilan dari sisi bisnis yang digelutinya.
Diakui manajer Nikita Mirzani, Dea Hanifah bahwa ada kerugian pasca ditahannya sang janda 3 anak itu, yakni dari sisi pendapatan offair.
"Kalau kerugian, gak usah ditanya. Ini saya banyak cancel off air, banyak cancel kerjaan-kerjaan," kata Dea Hanifah dikutip Sabtu (29/10/2022).
Di sisi lain, keuntungan bisnis Nikita Mirzani masih saja mengalir dari hasil penjualan produk kecantikan yang dirintisnya dengan merk namanya sendiri.
"Semakin hari semakin buanyak orderan kita hari ini," kata admin Nikita Mirzani, Jessica Tiffani, medsos specialist melalui unggahan di instastory @nikitamirzanimawardi_172, Sabtu (29/10/2022).
Kirdi Putra, pakar ekspresi pernah memprediksi bahwa teriakan histeris Nikita Mirzani bakal menjadi magnet rezeki.
"Teriakan histeris itu adalah simbol bahwa dia sedang lemah," kata Kirdi Putra dilansir dari acara Hot Shot, Rabu (26/10/2022) lalu.
Dengan berteriak, kata Kirdi Putra, hal itu sesuai dengan tujuan dari Nikita Mirzani.
"Berteriak agar viral. Sebab kalau viral itu akan banyak keuntungan yang didapat, mulai dari finansial, dukungan, kekuatan dan lainnya," bebernya.
Diketahui, Nikita Mirzani dikenakan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) atau Pasal 36 jo Pasal 51 ayat (2) UU ITE dan Pasal 311 KUHP.
Ia diduga mencemarkan nama baik Dito Mahendra yang melaporkannya ke Polres Serang Kota pada 16 Mei 2022 lalu.