Suara Denpasar - Kang Dedi Mulyadi, suami Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku selalu mendapatkan hikmah dari setiap kerja kerasnya. Dalam ceritanya, Dedi Mulyadi berkisah tentang perjalanannya mulai dari wakil bupati sampai menjadi bupati Purwakarta dua periode (2008-2013 dan 2013-2018), kemudian dilanjutkan Ambu Anne sebagai bupati Purwakarta pada 2018.
Selama menjadi wakil Bupati, Dedi Mulyadi mengaku berkeliling ke masyarakat untuk bisa dikenal dan dekat dengan masyarakat.
Kang Dedi Mulyadi mengaku dari kunjungan-kunjungan yang dilakukan, ia mendapatkan hikmah menjadi wakil bupati hingga menjadi bupati di usia yang masih muda.
"Terpilih menjadi seorang bupati dalam usia 35 tahun dan waktu menjadi wakil bupati usia 30 tahun," kata Kang Dedi.
Selanjutnya Kang Dedi bercerita bahwa pada saat pencalonannya menjadi Bupati Purwakarta, ia mengalahkan Bupati petahana dan tokoh lain yang memiliki pengaruh lebih besar. Sebagaimana diketahui pada Pemilhan Bupati (Pilbup) Purwakarta tahun 2008, yakni Pilkada langsung, dia bisa mengalahkan Lily Hambali Hasan.
Diceritakan, saat mencalonkan diri menjadi Bupati Purwakarta, Kang Dedy Mulyadi mengaku hanya memiliki modal Rp500.000.
"Modal menjadi calon bupati hanya Rp500.000, setelah nyalon saya tidak punya uang," ucap Kang Dedi Mulyadi.
Dia bercerita, setelah terpilih menjadi bupati, Dedi Mulyadi terus berkeliling untuk berinteraksi dengan masyarakat, membangun dengan penuh kesungguhan.
Di periode kedua menjadi bupati Kang Dedi Mulyadi mengatakan terus menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat Jawa Barat.
"Ya saya mungkin punya hubungan emosional yang baik dengan masyarakat Jawa Barat, dengan masyarakat lain seluruh Indonesia," ujar Kang Dedi.
Selanjutnya dikatakan dari hasil kerja kerasnya dia kembali mendapatkan hikmah.
"Apa hikmah dari kerja keras saya menjadi bupati dan dipercaya oleh masyarakat, istri terpilih menjadi bupati karena kepercayaan publik yang tinggi (terhadap Dedi Mulyadi)," kata Kang Dedi dalam Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa masyarakat menilai kalau istrinya, Ambu Anne yang terpilih, mereka masih tetap berinteraksi dengannya.
"Banyak yang berpikir waktu itu, kalau Ibu (Anne Ratna) yang terpilih Bapak (Dedi Mulyadi) kan masih ada di sini. Kalau Ibu yang terpilih Bapak masih bisa bantu, kalau Ibu yang terpilih kami masih dekat dengan Bapak," jelasnya. (*/Aryo)