Suara Denpasar-Anne Ratna Mustika akhirnya angkat bicara. Wanita yang juga Bupati Purwakarta itu membela dirinya.
Dia menantang Dedi Mulyadi alias Kang Dedi untuk berbicara terbuka. Dia ingin Kang Dedi jujur. Terutama soal kenyataan kang Dedi yang tak digugat cerai saat dia masih menjabat wakil bupati 5 tahun dan sebagai bupati 10 tahun.
Lama terdiam dan tak membalas cuitan Kang Dedi, Anne Ratna Mustik menganggap ini saat yang tepat untuk bicara. Dia ingin menguak semuanya.
Anne Ratna Mustika menyebut jika gugatan perceraian yang dilayangkannya ke Pengadilan Agam Purwakarta tak ada hubungannya dengan jabatan. Dia murni memperjuangkan haknya sebagai istri dan perempuan.
Menurutnya, belasan tahun membina rumah tangga dengan Kang Dedi Meulyadi, Anne Ratna Mustika merasa tak diperlakukan sebagai istri sebagaimana mestinya.
Dedi Mulyadi bahkan dianggap telah melanggar syariat Islam. Bahkan secara blak-blakan, Anne Ratna Mustika menyebut jika Dedi Mulyadi tak pernah memberikan nafkah lahir batin kepadanya.
Dia juga minta Kang Dedi Jujur sebagai suami, sudah berapa lama hal itu berlangsung. "Saya ingin Kang Dedi Mulyadi jujur sudah berapa tahun tidak memberikan nafkah lahir dan batin," katanya, seperti dikutip dari Suara Purwasuka, Kamis (3/11/2022).
Secara tegas, Anne Ratna Mustika juga membantah adanya isu orang ketiga dari gugatan perceraian yang dilayangkannya. Dia meminta Dedi Mulyadi membuktikan rumor terkait orang ketiga itu.
"Tunjukan siapa pihak ketiganya? Itu semua tidak benar alias hoax," tegas Anne Ratna. Dia mengatakan jika nafkah lahir batin yang dibutuhkannya dari Kang Dedi selama menikah bukan hanya melulu soal urusan ranjang.
Namun hal lain yang layak diberikan kepada istri. Seperti ketenagnan batin dan salung menghargai. “Namun yang diperlukan seorang istri itu diberikan kenyamanan dan ketenangan hati agar seorang istri merasa dihargai oleh suaminya," imbuhnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi belum secara tersng-terangan mengungkap alasan sang istri melayangkan gugatan cerai. Di media sosial, dia malah kerap membuat postingan bernada sarkastik.
"Kalau hatinya sembarangan diberikan pada orang, berbahaya itu nanti. Apalagi kalau sudah berpindah ke lain hati," ujarnya dikutip Suara Denpasar dari YouTube KDM Channel.
Kepada awak media, sebelumnya Dedi Muliyadi mengaku menyayangkan adanya gugatan cerai itu. Dia mengatakan pernah menjabat wkait bupati 5 tahun dan sebagai bupati 10 tahun. Selama itu Anne Ratna Mustika tak pernah melayangkan gugatan cerai.
"Saya pernah jadi wakil bupati lima tahun, jadi bupati sepuluh tahun. Selama menjabat itu saya tidak pernah gugat cerai. Tapi begitu saya tidak jadi bupati, istri jadi bupati, saya digugat cerai,” tandas Kang Dedi.
Baca Juga: Duh! Nikita Mirzani Diteror, Adiknya Diikuti Orang Tak Dikenal Hingga Rumah Dicorat Coret