Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:49 WIB
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?
Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono. (Biro Humas Kemensos)
baca 10 detik
  • Wamensos sebut tragedi bunuh diri siswa di NTT sebagai alarm keras bagi negara.
  • Program Sekolah Rakyat prioritas Presiden Prabowo disiapkan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
  • Pemerintah daerah diminta proaktif memutakhirkan data warga miskin agar bantuan tepat sasaran.

Suara.com - Tragedi memilukan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait seorang siswa sekolah dasar yang meninggal dunia akibat bunuh diri, menjadi alarm keras bagi negara. Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menyatakan bahwa peristiwa ini menegaskan masih rapuhnya akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Menurut Agus Jabo, tragedi tersebut merupakan peringatan serius bahwa keadilan dalam pendidikan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Merespons kondisi tersebut, Agus Jabo menegaskan bahwa pemerintah tengah menggencarkan Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan.

“Semakin banyak Sekolah Rakyat yang dibangun, maka semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang bisa bersekolah. Kita berharap tragedi seperti di Ngada tidak akan terulang kembali di masa depan,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Program Sekolah Rakyat ini dikhususkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Agus menjelaskan bahwa proses rekrutmen calon siswa dilakukan secara aktif oleh tim lapangan dengan mendatangi langsung rumah warga. Metode "jemput bola" ini bertujuan memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran kepada keluarga yang paling membutuhkan.

“Data calon siswa kemudian disahkan oleh wali kota atau bupati, lalu diserahkan ke Kementerian Sosial. Hal ini dilakukan agar prosesnya transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Namun, Agus Jabo menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah (Pemda). Ia meminta Pemda proaktif melakukan pemutakhiran data dan segera mengusulkannya melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos RI, terutama jika terdapat keluarga miskin yang posisi desilnya belum terdata dengan tepat dalam DTSEN.

“Pemda harus proaktif segera melakukan pemutakhiran data dan mengusulkannya melalui Pusdatin Kemensos,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Radar Sosial yang Lumpuh: Mengapa Negara Gagal Membaca Isyarat Sunyi YBR?

Radar Sosial yang Lumpuh: Mengapa Negara Gagal Membaca Isyarat Sunyi YBR?

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:22 WIB

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:47 WIB

Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG

Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Daniel and the Fiery Furnace: Rahasia Iman dan Api Pembuangan di Babilonia!

Daniel and the Fiery Furnace: Rahasia Iman dan Api Pembuangan di Babilonia!

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:00 WIB

5 Cara Membersihkan Sepatu Suede yang Terkena Lumpur Tanpa Merusak Teksturnya

5 Cara Membersihkan Sepatu Suede yang Terkena Lumpur Tanpa Merusak Teksturnya

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 09:59 WIB

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:59 WIB

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:57 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Janggal! Komnas Perempuan: Buka Data dan Prosedurnya ke Publik

Bebas Bersyarat Bechi Janggal! Komnas Perempuan: Buka Data dan Prosedurnya ke Publik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:56 WIB

Ombudsman Fungsinya Apa? Ini Tugas Utama dan Kisaran Gaji Pegawainya

Ombudsman Fungsinya Apa? Ini Tugas Utama dan Kisaran Gaji Pegawainya

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:53 WIB

Benjamin Netanyahu Sebut Negara Walk Out di Sidang PBB Pengecut, Termasuk Indonesia

Benjamin Netanyahu Sebut Negara Walk Out di Sidang PBB Pengecut, Termasuk Indonesia

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:50 WIB

Rupiah Melemah Lawan Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

Rupiah Melemah Lawan Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:50 WIB

Hilang 5 Hari! Remaja 14 Tahun Ditemukan Jadi Korban Asusila Pria 28 Tahun di Pasar Rebo

Hilang 5 Hari! Remaja 14 Tahun Ditemukan Jadi Korban Asusila Pria 28 Tahun di Pasar Rebo

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:42 WIB

Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?

Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 09:25 WIB

×