Suara Denpasar - Kandang banteng PDI Perjuangan kini sedang bergolak menyusul rumor yang beredar bahwa Jokowi siap-siap akan mengkudeta Megawati Soekarnoputri dari kursi ketua umum PDI Perjuangan.
Bahkan, riak-riak mengusik Megawati dari singgasana Ketua Umum sudah mulai berlangsung.
Adalah Relawan Kami-Ganjar mendoakan agar Presiden RI Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP pada 2024.
"Untuk PDI Perjuangan, partai itu adalah demokrasi. Bukan partai kerajaan, maka kami berharap Pak Jokowi mau dan bisa terpilih kelak menjadi ketua umum di Kongres PDIP tahun 2024," kata Koordinator Nasional Kami-Ganjar Joko Priyoski kepada wartawan, Rabu (26/10/2022).
![Presiden Jokowidodo dan Ganjar Pranowo [Instagram Ganjar]](https://media.suara.com/suara-partners/denpasar/thumbs/1200x675/2022/11/04/1-presiden-jokowidodo-dan-ganjar-pranowo.jpg)
Sontak pernyataan Joko Priyoski tersebut mengundang reaksi dari elit PDI Perjuangan. Beberapa diantaranya juga menyatakan tidak yakin Jokowi akan mengkudeta Megawati melihat jejak hutang budi yang bersangkutan terhadap PDI Perjuangan dan Megawati.
Sedangkan atas reaksi banyak kalangan yang menyatakan pernyataannya terkesan mengadu domba. Joko Priyoski akhirnya meminta maaf. Dirinya hanya menyatakan itu sekadar doa dan bukan langkah adu domba.
Di bagian lainbGanjar Pranowo menilai wacana Jokowi sebagai ketua umum PDI Perjuangan adalah bentuk pernyataan dari orang-orang yang tidak mengerti aturan di PDI Perjuangan.
"Itu sebuah kengawuran dan imajinasi dari seorang yang tidak mengerti aturan di PDI Perjuangan, yang tidak mengerti relasi di antara kami di dalam partai dan sangat sembrono," ujarnya dikutip denpasar.suara.com dari laman Tempo.
Dia juga mengatakan bahwa ini juga bisa dikatakan sebagai bentuk adu domba antara Megawati dengan Jokowi. ***
Baca Juga: Eks Bos Inter Milan Dinilai Layak Gantikan Iwan Bule Jadi Ketua Umum PSSI